Virus Corona
2 Dosis Vaksin Ini Diklaim EMA Sebagai Penawar Ganasnya Serangan Varian Delta
Kepala Strategi vaksin Badan Obat-obatan Eropa (EMA), Marco Cavaleri, mengungkapkan, dua dosis vaksin bisa melindungi terhadap serangan varian Delta.
SRIPOKU.COM - Kepala Strategi vaksin Badan Obat-obatan Eropa (EMA), Marco Cavaleri, mengungkapkan, dua dosis vaksin bisa melindungi terhadap serangan varian Delta.
Antibodi dari dua dosis vaksin tersebut diklaim, bisa menetralkan varian Delta.
"Dua dosis vaksin berdifat protektif terhadap Delta," kata diam dikutip dari Kompas.com.
EMA mengatakan, serangan varian Delta yang cepat, mampu ,memberikan perlindungan.
"Jadi ini adalah berita yang sangat meyakinkan," imbuh Cavaleri.
Sebanyak empat vaksin saat ini disetujui untuk digunakan di Uni Eropa adalah Pfizer-BioNTech, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.
Namun ketika Uni Eropa telah meningkatkan program vaksinasinya, WHO memperingatkan bahwa kasus-kasus Covid-19 melonjak lagi setelah dua bulan menurun.
WHO mengatakan, pembalikan terjadi karena penyebaran varian Delta sangat cepat menyalip varian Alpha asli yang muncul di Inggris.
Cavaleri melanjutkan, EMA mendesak produsen untuk terus memeriksa bahwa vaksin mereka efektif terhadap semua varian baru Covid-19, termasuk yang disebut Delta Plus.
"Ada sejumlah varian yang muncul selama beberapa bulan terakhir, dan kami memperkirakan lebih banyak lagi yang akan datang," kata Cavaleri. “Sekarang ada yang disebut varian Delta Plus, yaitu varian Delta dengan tambahan mutasi pada protein spike, itu juga penting dan perlu kita periksa juga.”
Epidemiolog Universitas Griffith Dicky Budiman mengatakan, hal ini tak mengejutkan. Bahkan, menurut dia, data yang ada belum menunjukkan angka sebenarnya. "Bukan hal yang mengherankan, bahkan sebetulnya kita lebih dari itu. Artinya ini menjadi pengingat pada kita semua bahw
• Daftar Vitamin untuk Covid-19 yang Direkomendasikan Dokter dan Makanan untuk Meningkatkan Imunitas
• KABAR BAIK, Peneliti Temukan 2 Obat Paling Ampuh Atasi Covid-19, Berikut 5 Faktanya
a situasi kita ini memang sangat serius," kata Dicky kepada Kompas.com, Jumat (2/7/2021).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Negara dengan Kasus Harian Tertinggi di Dunia, Indonesia Nomor 5", Klik untuk baca:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/virudklalangndke.jpg)