Dikepung 3 Virus, Delta Paling Masif, Indonesia Bisa Jadi INDIA, Epidemiolog Usulkan Lockdown Total

Keputusan pemerintah tidak melakukan lockdown dan hanya memberlakukan PPKM Skala Micro, diduga menjadi pemicunya.

Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi varian Delta dari virus corona, penyebab tsunami Covid-19 di India, Dikepung 3 Virus, Delta Paling Masif, Indonesia Bisa Jadi India, Epidemiolog Usulkan Lockdown Total 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Akhir-akhir ini, Serangan tiga Virus Corona varian baru yakni, Alpha, Betha dan terakhir adalah serangan virus Delta Paling Mematikan membuat Epidemiolog khawatir.

Sebab, Indonesia Bisa Jadi India yang mengalami gemombang kedua serangan Virus Corona.

Keputusan pemerintah tidak melakukan lockdown dan hanya memberlakukan PPKM Skala Micro, diduga menjadi pemicunya.

Bahkan, disebutkan jika serangan tiga virus varian baru, terutama Virus Delta atau dikenal dengan Varian baru dari India B.1.617.2 akan membuat Indonesia dalam masalah besar.

Apalagi sejauh ini, serangan dua virus lainnya yakni Alpha dan Beta juga tak bisa diabaikan.

Persoalan menjadi semakin rumit ketika target vaksinasi belum tercapai, sementara serangan virus varian baru makin meluas.

Berikut ini beberapa fakta yang terungkap, jika virus Varian Baru dari India, Inggris dan Afrika sudah masuk ke Indonesia yang bisa jadi masuk dalam berbahaya:

1. Rekor Tertinggi

Melansir data Satgas Covid-19, pada Kamis lalu, ada tambahan 12.624 kasus baru virus corona di Indonesia.

Selanjutnya, Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 30 Januari lalu, yang saat itu mencatat 14.518, rekor tertinggi sejak pandemi ini, dikhawatirkan akan terus meluas.

Sejak tiga virus Apha, Beta dan Delta masuk Indonesia, maka ada anomali yang terkait, dengan tambahan kasus baru total infeksi virus corona di Indonesia menjadi 1.950.276.

Kasus yang terjadi di Indonesia ini termasuk yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara.

Sebab, jika mengutip data dari WHO, menunjukkan jika sepanjang pekan ini, jumlah kasus di Indonesia mencapai 55.320.

Terjadi lonjakan yang cukup besar yakni mencapai angka 37% dibanding kasus pekan sebelumnya sebanyak 40.280.

Berdasarkan data terakhir yang dilansir dari Kompas.com, Kondisi ini membawa Indonesia masuk 10 besar negara dengan kasus tertinggi pada minggu kedua Juni 2021 lalu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved