Virus Corona

Diserbu Covid-19, RS di Pulau Jawa Penuh hingga Kekurangan Stok Tabung Oksigen

Lonjakan kasus Covid-19, menyebabkan sejumlah rumah sakit di Indonesia hampir semuanya penuh, terutama di Pulau Jawa.

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

SRIPOKU.COM - Lonjakan kasus Covid-19, menyebabkan sejumlah rumah sakit di Indonesia hampir semuanya penuh, terutama di Pulau Jawa. Beberapa diantaranya bahkan kekurangan tabung oksigen.

Lonjakan kasus Corona ini sebelumnya tak diduga oleh sejumlah rumah sakit tersebut.

Sehingga beberapa rumah sakit di daerah belum siap menyediakan fasilitas kesehatan (faskes) virus corona.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Lia G. Partakusuma, Minggu (10/6/2021) dikutip dari TV One melalui Tribunnews.com.

Tingkat bed occupany rate (BOR) atau tempat hunian RS skala nasional mencapai 61,81 persen, hal ini berdasarkan laporan terakhir pada 19 Juni 2021.

"Kami ingin informasikan kepada masyarakat, bahwa saat ini RS sudah nyaris penuh, terutama di Jawa," kata dia.

Menurut dia, tiba-tiba lonjakan pasien dalam satu minggu terakhir.

Kondisi tak terduga itu menyebabkan beberapa RS di daerah tidak siap menyiapakan barang-barang untuk keperluan Covid-19.

Beberapa diantaranya kata dia, kekuarangan tabung oksigen.

"Memang sudah ada yang melaporkan bahwa mereka seperti kekurangan tabung oksigen, dan ini sudah disupport dengan kita minta percepatan pengiriman oksigen tersebut ke daerah yang membutuhkan," imbuh dia.

Kondisi tersebut hanya dialami oleh beberapa RS di wilayah kota kecil.

Sedangkan untuk APD dan obatan-obatan masih terpenuhi.

Namun hal itu tidak menutup kemungkinan kebutuhan faskes untuk Covid-19 akan naik, karena beriringan dengan lonjakan kasus corona lagi ke depannya.

IDI : Lockdown

Saran untuk melakukan lockdown dikemukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Hal ini dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Ketua Satgas Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban mengatakan, sebelum terlambat dirinya menyarankan pemerintah untuk memberlakukan lockdown, untuk menekan mutasi varian Delta dan Alfa yang begitu cepat menular.

"(Lockdown) tujuannya mengurangi tingkat penularan yang sekarang bisa dikatakan tidak terkendali," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (21/6/2021).

Ia juga mengakui, lonjakan kasus Covid-19 ini menyebabkan rumah sakit beberapa daerah penuh.

"(Penularan) yang sekarang menyebabkan rumah sakit di banyak kota penuh."

"Tidak hanya di (Pulau) Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, dan di banyak tempat, keterisian rumah sakit rujukan ini amat tinggi," jelasnya.

Berkaca dari kasus itu, pihaknya menyarankan berlakukan lockdown daripada menerapkan PPKM Mikro.

"Lockdown lebih tepat untuk menekan kasus," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Akibat Lonjakan Kasus Covid-19, Semua RS Nyaris Penuh Pasien, Beberapa Kekurangan Tabung Oksigen, https://www.tribunnews.com/corona/2021/06/21/akibat-lonjakan-kasus-covid-19-semua-rs-nyaris-penuh-pasien-beberapa-kekurangan-tabung-oksigen?page=all.
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Whiesa Daniswara

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Akibat Lonjakan Kasus Covid-19, Semua RS Nyaris Penuh Pasien, Beberapa Kekurangan Tabung Oksigen,

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved