Breaking News:

Pemkot Palembang Terus Berupaya Mengatasi Persoalan Stunting

Dari 121,8 Juta Balita, 1.116 balita di Kota Palembang diantaranya masih mengalami masalah stunting.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Walikota Palembang, H Harnojoyo 

Laporan Wartawan Sripoku. Com, Rahmaliyah

SRIPOKU. COM, PALEMBANG -- Dari 121,8 Juta Balita, 1.116 balita di Kota Palembang diantaranya masih mengalami masalah stunting.

Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berupaya untuk mengatasi persoalan stunting ini dengan berbagai cara. 

Baca juga: Harnojoyo: Optimalkan Posko PPKM Tekan Kasus COVID-19 

Baca juga: Kapolda Sumsel, Jumlah Titik Panas di Sumsel Meningkat, Masyarakat Harus Waspada Karhutla

Diantaranya, mulai dari tingkat puskesmas, posyandu hingga kader-kader yang ada dengan berbagai program, seperti  "Martabak HAR" yakni Mari membaca buku setiap Rabu.

Walikota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, program membaca buku tersebut tak banyak diketahui masyarakat.

Padahal dengan rajin membaca buku maka para orang tua lebih mengerti masalah stunting dan bagaimana mencegahnya. 

Baca juga: Doa Bersama Kapolda Sumsel Meminta Indonesia Terbebas dari Covid-19 dan Karhutla

"Ada mobil keliling untuk mengajak masyarakat meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan Germas," ujarnya, Rabu (16/6/2021) 

Selain itu, Kata Walikota, upaya lainnya ditengah pandemi ini ada beberapa kelurahan yang penyebaran angka stunting tinggi ini kita jadikan fokus untuk mengentaskan ini.

"Penyebab stunting multidimensional, lalu belum optimalnya pelaksanaan SPM kesehatan dan masyarakat belum sepenuhnya memahami tentang pola hidup bersih dan sehat," katanya.

Oleh karenanya, program atau kegiatan OPD terkait, pendekatan  yakni melaksanakan konvergensi penurunan stunting melalui intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan secara bersama-sama menyasar kepada sasaran sampai tingkat kelurahan guna menyelesaikan masatlah stunting.

"Sasaran kita seperti remaja putri, ibu hamil, rumah tangga 1000 hari pertama kehidupan dan balita sehingga target 2023 angka harapan hidup 70,66 persen dan angka stunting 12 persen," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kabid Kemas Dinas Kesehatan kota Palembang, Mirza Susanty mengatakan, prevalensi stunting di Kota Palembang tahun 2019 sebesar 7,5 persen,  jumlah sasaran balita di Kota Palembang 113.718 dan yang diukur berjumlah 52.569 balita

"Tentu pengentasan stunting butuh peran serta Pemerintahan, dan masyarakat. karena masalah/ isu ini, Penyebab stunting Multidimensional, belum optimalnya pelaksanaan SPM kesehatan dan Masyarakat belum sepenuhnya memahami tentang pola hidup bersih dan sehat," tutupnya. (Yak) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved