Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Optimalkan Serapan PAD Palembang Batasan BPHTB Diturunkan, Dari Rp 100 Juta jadi Rp 60 Juta

Tapi kita tetap berikan toleransi untuk subsidi diatas nilai jual Rp 100 juta baru dikenakan BPHTB.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Kiagus Sulaiman Amin 

Pemerintah Kota Palembang berencana akan mengembalikan seperti semula Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari sebelumnya Rp 100 Juta menjadi Rp 60 juta. Itu artinya, jika ada masyarakat yang menjualkan properti mereka baik tanah maupun bangunan berupa rumah atau ruko yang bersifat komersil akan mulai dikenai BPHTB.

Namun, aturan ini hanya berlaku untuk komersil saja sementara untuk rumah subsidi tetap Rp 100 juta

Mengapa ini dilakukan berikut wawancara khusus dengan Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang Sulaiman Amin, Senin (14/6/2021).

**********

Mengapa dipilih kebijakan ini?
Baik, ini dilakukan untuk mengoptimalkan serapan pajak asli daerah (PAD) Kota Palembang. Salah satu sektor yang bisa dioptimalkan adalah BPHTB

Berapa besar target dari sektor BPHTB?

Tahun ini target untuk BPHTB diangka Rp 330 Miliar. Sampai Juni ini realisasinya baru 18 persen atau Rp 59.650.106.744 atau setara 18,08 persen dari target Rp 330 miliar

Optimis tercapai kah target tersebut ditengah kondisi pandemi?

Ya, kita harus optimis segala cara akan kita maksimalkan agar serapan PAD Kota Palembang bisa tercapai. Tahun ini BPPD Kota Palembang diproyeksi menghimpun pajak BPHTB sebanyak Rp330 miliar. Dimana BPHTB didapatkan 5 persen dari nilai transaksi tanah dan bangunan di Palembang. Sehingga semakin tingginya transaksi maka tinggi pula BPHTB yang dicapai. Tapi kita tetap berikan toleransi untuk subsidi diatas nilai jual Rp 100 juta baru dikenakan BPHTB.

Kapan ini mulai diberlakukan?

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved