Breaking News:

Berita OKI

Stok Darah di PMI OKI Sangat Memprihatinkan, '20 Kantong Hanya Bertahan Satu Minggu'

Seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ogan Komering Ilir mengalami kekurangan stok darah untuk mensuplai rumah sakit. 

Editor: Welly Hadinata
Tribunsumsel/Nando
Relawan sahabat donor darah Kabupaten Ogan Komering Ilir membantu pasien di RSUD Kayuagung yang membutuhkan transfusi darah 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Hari donor darah sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 14 Juni oleh seluruh negara diberbagai belahan dunia.

Diselenggarakan sebagai apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada pendonor darah yang telah penyumbangkan darah secara rutin dan sukarela dalam rangka menjamin ketersediaan stok darah di setiap daerah.

Namun sayangnya, pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan ketersediaan kantong darah. Hal ini bahkan sudah berlangsung selama dua tahun di berbagai daerah-daerah di Indonesia.

Seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ogan Komering Ilir mengalami kekurangan stok darah untuk mensuplai rumah sakit. 

"Kami merasakan sendiri, sedikitnya stok darah. Kalau pun ada pasti langsung habis tidak seperti biasanya yang bisa disimpan untuk beberapa waktu ke depan," ucap Sirni, Sekretaris PMI kabupaten OKI saat dikonfirmasi, Senin (14/6/2021) pagi.

Dikatakan Sirni, selama masa pandemi ini antara jumlah permintaan dan jumlah stok darah itu sendiri tidak berimbang. Sangat timpang kekurangannya, bahkan sering kosong.

"Sekarang saja stok darah kosong. Kalau terisi stoknya pasti tidak bertahan lama, misal 20 kantong hanya bertahan satu minggu," bebernya.

Persentase penurunan stok darah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum adanya pandemi Covid-19 sebesar 80 persen.

"Untuk sepanjang tahun 2021 ini saja perolehan kantong darah dari kegiatan yang pernah dilaksanakan hanya menghasilkan 100 kantong,"

"Seharusnya sebelum pandemi, misal dalam jangka waktu 6 bulan rata-rata bisa sampai 600 kantong darah didapat," terangnya.

Sambungnya, penyebab utama menurunnya stok darah antara lain kurangnya pendonor serta tidak adanya intansi yang menggelar donor darah massal akibat pandemi.

"Penyebabnya satu program kegiatan donor darah massal tidak ada, hanya tersisa lembaga tertentu saja yang melaksanakan seperti Polri dan TNI,"

"Ya mereka khawatir menggelar kerumunan saat masih Covid-19 seperti ini," jelasnya.

Masih kata Sirni, jika terdapat pasien yang membutuhkan kantong darah maka sebagai pihak yang berkecimpung dalam urusan tersebut sudah memiliki data para relawan sahabat donor kabupaten OKI yang siap apabila dibutuhkan.

"Kalau ada yg butuh kita carikan solusi dapat menghubungi kawan-kawan dari komunitas Sahabat Donor kabupaten OKI. Mereka jika mampu dan siap, pasti akan menyumbangkan darahnya ke pada yang membutuhkan," pungkas Sirni.(Nando/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved