Breaking News:

Buya Menjawab

Imam Sholat Sambil Duduk, Apakah Boleh Saya Sholat Bermakmum Kepada Suami Saya?

Ust. Suami saya sholatnya tidak bisa berdiri karena sakit. Beliau sholat duduk di kursi. Apakah boleh saya sholat bermakmum kepada suami saya?

Editor: Bejoroy
Istimewa/handout
Ilustrasi Sholat. 

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
Ust. Suami saya sholatnya tidak bisa berdiri karena sakit. Beliau sholat duduk di kursi. Apakah boleh saya sholat bermakmum kepada suami saya?

Terimakasih penjelasannya Ust. 08127367xxxx

Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Matahari Dua Rakaat Lengkap Dzikir dan Doa Sholat Khusuf

Baca juga: Pemkab Pali Gelar Shalat Istighosah, Doa Bersama dan Galang Dana Untuk Palestina

Jawaban:
Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
Ibu! Pada dasarnya semua orang yang sehat tidak dibolehkan melakukan sholat fardhu sambil duduk baik sendirian maupun sebagai imam. Sesuai Firman Allah.SWT.: Artinya”...Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu’”. (al-Baqarah:238). Kecuali ada uzur syar’I, karena sakit yang tidak mungkin mampu berdiri.

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Dalam hal makmum yang sehat berjamaah dibelakang imam yang sholat dengan duduk karena sakit terdapat tiga pendapat;

Pertama, makmum dibolehkan sholat dengan duduk di belakang imam yang sholat dengan duduk karena sakit. Pendapat ini dipegang oleh Imam Ahmad dan Ishaq. Alasanya hadits Rasulullah Saw. “QAULUHU SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAMA WAIZA SHOLLA QOO’IDAN FASHOLLUU QU’UUDAN” Artinya: “Apabila imam sholat sembari duduk, hendaklah kalian (juga) sholat sembari duduk”.

Kedua, makmum boleh sholat dengan berdiri di belakang imam yang sholat dengan duduk. Ibnu Abdi ‘lBarr menyatakan bahwa pendapat ini dipegang oleh asy Syafi’i –juga para pengikutnya dan Abu Hanifah – juga para pengikutnya, Ahli Zhahir, Abu Tsaur dll. alasan mereka berdasarkan hadits ‘Aisyah ra. artinya: ”Bahwa Rasulullah Saw. pergi pada waktu beliau menderita sakit yang mengantarkan pada wafatnya. Lalu beliau mendatangi masjid, dan beliau bertemu Abu Bakar sedang sholat sambil berdiri (sebagai Imam) bersama khalayak. Kemudian Abubakar mundur, lalu Rasulullah Saw. memberi isyarat padanya agar seperti yang ada padanya (tidak berubah). Lalu Rasulullah Saw. duduk disebelah Abubakar, maka Abu Bakar mengikuti sholat Rasulullah Saw., dan khalayak mengikuti sholat Abu Bakar”.

Pendapat kedua ini memahami hadits di atas dengan menggunakan metode nasakh berpendapat bahwa hadits ‘Aisyah secara lahiriyah dapat dipahami bahwa yang menjadi imam sholat adalah Rasulullah saw., sedang Abu Bakar adalah makmum. Sebab tidak boleh ada dua imam dalam satu sholat. Di samping itu, khalayak yang ada berdiri, sedang Rasul dengan duduk yang berarti menunjukkan adanya perbuatan Nabi Saw. yang bermakna bahwa perbuatan Nabi tersebut me-nasakh pernyataan dan perbuatan yang lalu.

Ketiga, tidak membolehkan imam yang sholat dengan duduk. Pendirian Ibnu Qasim. Jika makmum berdiri atau duduk dibelakang imam yang sholatnya duduk maka sholatnya batal (tidak sah). Diriwayatkan dari Imam Malik, bahwa makmum hendaknya mengulangi sholat pada waktu bersangkutan. Dasarnya, bahwa sholat (seperti itu, bagi makmum) adalah makruh, bukan dilarang.(Ibnu Rusyd Bidayah al Mujtahid, terj. Vol.I. Semarang 1990 hlm.319)

Bagi yang mengikuti mazhab Syafi’I, maka dibolehkan makmum berdiri dibelakang imam yang sholatnya duduk. (*)

ilustrasi
Update 10 Juni 2021. (https://covid19.go.id/)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved