Belajar dari Kisah 78 Orang di Satu RT Terkena Covid-19
Lurah Karangsari, Gatot Tunggul Wulung berkata, klaster baru penyebaran covid-19 di wilayahnya berawal dari seroang warga yang melapor mengeluh sakit
SRIPOKU.COM, KENDAL - Ini adalah kisah riil.
Kisah nyata.
Kisah satu RT terkena covid-19.
Dari sini kita bisa belajar banyak bahwa seyogyanya masingmasing kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Juga mengajak dan mengingatkan yang lain agar tetap mewaspadai penularan virus corona.
Jangan sampai terjadi seperti yang menimpa 78 warga di satu RT berikut ini.
Berikut ini kronologisnya ...
Baca juga: MALAYSIA Kembali Lockdown, Pejabat Negara Tak Digaji 3 Bulan: Dialihkan untuk Biayai Warga
Baca juga: TERPAKSA Lockdown, WARGA Satu Kampung Jatuh Sakit Usai Hadiri Hajatan Pernikahan: 4 Meninggal Covid
Lockdown
Pemerintah Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, terpaksa dan berat hati melakukan lockdown lokal RT 01 RW 04.
Keputusan itu menindaklanjuti temuan sebanyak 78 warga di wilayah itu terpapar covid-19 usai mengikuti rombongan takziah ke kelurahan lain.
Diduga mereka tertular usai mengikuti takziah di satu warga di Kelurahan Jotang.
Lurah Karangsari, Gatot Tunggul Wulung mengatakan, klaster baru penyebaran covid-19 di wilayahnya berawal adanya seorang warga yang melapor ke kelurahan mengeluh sakit.
Tak hanya itu, sakit yang diderita warga itu berupa batuk-batuk dan meriang juga dirasakan warga lain dalam satu RT.
Ia pun mengantarkan warga yang datang melapor ke Puskesmas setempat untuk dilakukan tes swab dan dinyatakan positif covid-19.
Kemudian kami lakukan tes swab kepada keluarganya.
Hasilnya istrinya juga tertular covid-19.
Setelah ditelusuri, orang tersebut mengikuti rombongan takziah di Kelurahan Jotang dengan menaiki minibus," katanya, Rabu (9/6).
Gatot menuturkan, minibus yang diceritakan warganya dinaiki sekitar 50 orang dari kapasitas 25 orang.
Sehingga, semua orang yang terlibat dalam rombongan tersebut terkena tracing oleh petugas Puskesmas dan dilakukan tes swab pada, Jumat (4/6).
Dari 20 sampel swab, 10 di antaranya dinyatakan positif covid-19.
Atas dasar temuan kasus yang terus berkembang, Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan tes swab massal warga setempat untuk mengetahui sejauh mana paparan covid-19 di Kelurahan Karangsari.
"Dari 150 warga yang dijadwalkan tes swab, hanya 109 yang datang.
Hasilnya 66 orang positif covid-19.
Baca juga: Dua Solusi Terkait Kondisi Covid-19 di Kantor DPRD PALI, Tak Serta Merta Harus Lockdown
Baca juga: USAI Salam-salaman Lebaran, 80 Warga Terpapar Covid, Satu RT Kena Lockdown: Dijaga TNI-Polri
Total ada 78 orang yang saat ini dinyatakan terpapar virus corona menjalani isolasi mandiri, yang delapan orang warga RT 05 RW 03," jelasnya.
Sementara, sebanyak 70 warga di Kelurahan Karangsari Kecamatan Kota Kendal menjalani tes swab susulan pada hari Rabu (9/6).
Dari jumlah itu, 51 orang di antaranya warga RT 01 RW 04, dan sisanya dari RT sekitar yang kontak erat dengan pasien positif covid-19.
Guna menanggulangi agar covid-19 tidak semakin meluas, Pemerintahan Kelurahan Karangsari memberlakukan lockdown di satu RT.
Jalan masuk desa dari semua arah ditutup portal hingga masa lockdown berakhir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Mohammad Toha menyatakan, Pemkab Kendal memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di RT 01 RW 04 Kelurahan Karangsari, terhitung sejak Selasa (8/6) hingga 14 hari ke depan.
Dapur umum
Selama itu, kebutuhan makanan dan minuman warga akan dipenuhi Pemkab Kendal dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta mendirikan dapur umum.
Dapur umum ditempatkan dengan meminjam ruang kelas SDN 3 Karangsari untuk memenuhi kebutuhan makan warga Karangsari selama masa karantina 14 hari.
Logistik berupa sembako untuk dapur umum dibantu dari Baznas Kendal, dan sebagian warga Karangsari yang memberikan bantuan berupa bahan pokok.
"Untuk kebutuhan makan warga yang isolasi mandiri tidak perlu khawatir.
Satgas Jogo Tonggo juga sudah diaktifkan melalui ketua RT setempat.
Ada sekitar 60 KK (Kepala Keluarga) yang dikarantina, kebutuhan makanannya dipenuhi dari Dapur Umum Satgas Covid-19 Karangsari," terang Lurah Gatot.
Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay mengungkapkan, sebanyak dua orang yang dinyatakan positif covid-19 di wilayah itu dirawat di rumah sakit, sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri.
Dia menambahkan, saat ini tercatat tiga kecamatan di Kendal yang masuk zona merah covid-19, yakni Kecamatan Boja, Kota Kendal, dan Patebon.
Di Kecamatan Kota Kendal, lonjakan kasus disumbang pada klaster Lapas Kelas IIA Kendal dan klaster takziah di Kelurahan Karangsari.
Kecamatan Patebon disumbang klaster Lapas Terbuka dan klaster keluarga, sedangkan Kecamatan Boja disumbang klaster keluarga.
Dengan lonjakan kasus yang terjadi, Ferinando berujar, Dinkes melakukan upaya pencegahan dengan menggencarkan tracing untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
Dinkes juga meminta kepada Tim Satgas Covid-19 agar mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk melakukan pembatasan kegiatan di luar rumah. Termasuk pembatasan kegiatan malam hari.
"Kami juga minta tim satgas untuk menggiatkan patroli dan menegur masyarakat yang berkumpul sampai malam," tuturnya.
Selain itu, Ferinando menyebut, Dinkes tengah berupaya melakukan percepatan vaksinasi dengan target 109.000 orang hingga akhir Juni 2021.
"Untuk bisa memenuhi target ini, rata-rata tiap hari kami akan vaksin sekitar 330 orang," jelasnya. (sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-covid-19-1.jpg)