Gerhana Matahari Total dan Tuntunan Beribadah
Shalat juga menjadi peneguh tauhid bagi seorang Muslim, agar tidak terpengaruh oleh paham-paham sesat yang menuhankan matahari, bulan, atau sejenisnya
SRIPOKU.COM, ACEH - Berkat sudah semakin baiknya teknologi, dampak ilmu astronomi praktis (ilmu falak) memudahkan masyarakat luas dalam pelaksanaan ibadah shalat gerhana.
Hampir di seluruh pelosok Indonesia termasuk Aceh memperoleh surat edaran dari pihak Kementerian Agama guna melaksanakan shalat gerhana berjamaah.
Dahulu, ketika masih primitif, orang-orang awam akan takut jika terjadi gerhana.
Apalagi bila itu gerhana matahari total dimana siang yang begitu terik mendadak menjadi gelap untuk sesaat.
Problema hari ini, ketika manusia sudah paham bahwa gerhana adalah bagian dari gejala Sains, mereka menjadi enggan melakukan shalat dan tidak mengindahkannya.
Tidak hanya itu, tidak sedikit yang menjadikan peristiwa gerhana sebagai wahana bersuka-ria seolah tengah berwisata.
Sebagian dari mereka ada yang sengaja nonton bareng di lapangan, membentang tikar, bahkan membawa bekal layaknya camping.
Ini tentu perlu dievaluasi, apalagi jika dilakukan oleh pasangan yang bukan muhrim.
Bukan berati melihat gejala alam yang langka itu dilarang, hanya saja jangan sampai melampaui batas hingga mengesampingkan anjuran shalat.
Lebih dari itu, jangan sampai momentum gerhana menjadi modus bagi oknum-oknum nakal khususnya muda-mudi, untuk menyempatkan diri bermaksiat kepada Allah SWT.
Selanjutnya, meskipun ibadah shalat gerhana hukumnya sunnah muakkad, namun ada peristiwa besar di dalamnya yang harus direnungi manusia.
Shalat adalah salah satu manifestasi dari bentuk syukur.
Kejadian gerhana adalah salah satu bentuk kemahakuasaan Allah yang mengatur benda langit hingga tidak saling bertabrakan.
Shalat juga menjadi peneguh tauhid seorang Muslim, agar tidak terpengaruh oleh paham-paham sesat yang menuhankan matahari, bulan, atau sejenisnya.
Allah SWT berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah engka sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak." (QS. Fushshilat: 37)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/penulisjpg.jpg)