Breaking News:

Gerhana Matahari Total dan Tuntunan Beribadah

Shalat juga menjadi peneguh tauhid bagi seorang Muslim, agar tidak terpengaruh oleh paham-paham sesat yang menuhankan matahari, bulan, atau sejenisnya

Gerhana Matahari Total dan Tuntunan Beribadah
serambi Indonesia
M. Anzaikhan, S.Fil.I., M. Ag, Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Langsa  dan Founder Pemantik (Pusat Entrepreneur dan Menulis)

SRIPOKU.COM, ACEH - Berkat sudah semakin baiknya teknologi, dampak ilmu astronomi praktis (ilmu falak) memudahkan masyarakat luas dalam pelaksanaan ibadah shalat gerhana.

Hampir di seluruh pelosok Indonesia termasuk Aceh memperoleh surat edaran dari pihak Kementerian Agama guna melaksanakan shalat gerhana berjamaah.

Dahulu, ketika masih primitif, orang-orang awam akan takut jika terjadi gerhana.

Apalagi bila itu gerhana matahari total dimana siang yang begitu terik mendadak menjadi gelap untuk sesaat.

Problema hari ini, ketika manusia sudah paham bahwa gerhana adalah bagian dari gejala Sains, mereka menjadi enggan melakukan shalat dan tidak mengindahkannya.

Tidak hanya itu, tidak sedikit yang menjadikan peristiwa gerhana sebagai wahana bersuka-ria seolah tengah berwisata.

Sebagian dari mereka ada yang sengaja nonton bareng di lapangan, membentang tikar, bahkan membawa bekal layaknya camping.

Ini tentu perlu dievaluasi, apalagi jika dilakukan oleh pasangan yang bukan muhrim.

Bukan berati melihat gejala alam yang langka itu dilarang, hanya saja jangan sampai melampaui batas hingga mengesampingkan anjuran shalat.

Lebih dari itu, jangan sampai momentum gerhana menjadi modus bagi oknum-oknum nakal khususnya muda-mudi, untuk menyempatkan diri bermaksiat kepada Allah SWT.

Halaman
1234
Editor: aminuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved