Virus Corona di Sumsel Mulai Melonjak
Sehari Bertambah 131 Kasus Covid-19 di Palembang Usai Lebaran, Dinkes Sebut Mulai Ada Tanda Lonjakan
Hal ini tampaknya selaras dengan update Covid-19 di Palembang, dimana per Minggu (23/5/2021) ada penambahan 131 kasus Covid-19 di Palembang.
Penulis: maya citra rosa | Editor: Refly Permana
13. Kecamatan Plaju
Dirawat : 2 orang
Isolasi Mandiri : 38 orang
Sembuh : 474 orang
Meninggal: 20 orang
14. Kecamatan Sako
Dirawat : 5 orang
Isolasi Mandiri : 87 orang
Sembuh : 788 orang
Meninggal: 33 orang
15. Kecamatan Seberang Ulu Satu
Dirawat : 6 orang
Isolasi Mandiri : 9 orang
Sembuh : 259 orang
Meninggal: 23 orang
16. Kecamatan Seberang Ulu Dua
Dirawat : 7 orang
Isolasi Mandiri : 18 orang
Sembuh : 431 orang
Meninggal: 28 orang
17. Kecamatan Sematang Borang
Dirawat : 10 orang
Isolasi Mandiri : 10 orang
Sembuh : 293 orang
Meninggal: 13 orang
18. Kecamatan Sukarami
Dirawat : 11 orang
Isolasi Mandiri : 78 orang
Sembuh : 1.225 orang
Meninggal: 32 orang
19. Luar wilayah/wilayah tidak jelas
Dirawat : 0 orang
Isolasi Mandiri : 0 orang
Sembuh : 6 orang
Meninggal: 0 orang
• PEMKAB OKU Selatan Buka Rekrutmen CPNS 2021, Hanya Buka untuk Formasi PPPK, Ini Alasannya!
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, mengatakan berdasarkan data tanggal 21 Mei 2021 ada penambahan 120 orang dan pada 22 Mei 2021 terjadi penambahan 204 orang
"Lonjakkan memang sudah mulai terlihat. Namun perkembangan ini masih akan dilihat beberapa hari kedepan," kata Lesty saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Minggu (23/5/2021).
• GADIS Cantik Ini Ngaku Dirampok, Ternyata Laporan Palsu, Hal Ini yang Membuat Petugas Merasa Janggal
Lebih lanjut ia mengatakan, bahawa Dinkes dan semua pihak yang terlibat sudah melakukan rapat terbatas untuk mengambil strategi segera.
Rapat tersebut juga untuk mengetahui kondisi Covid-19 di Sumsel.
"Memang terlihat menonjol di Kota Palembang, ini harus diintervensi bersama. Karena memang mobilitas masyarakat yang luar biasa. Bisa juga yang isolasi mandiri tidak patuh," cetusnya.
• Pemudik Asal Medan Meninggal di Lubuklinggau, Keluarga Marah-marah Tolak Lakukan Rapid Test Antigen
Menurut Lesty, yang lebih penting tentunya mobilisasi masyarakat yang harus dibatasi dan kesadaran masyarakat untuk patuh Prokes secara utuh.