Breaking News:

Berita Palembang

Sehari Jelang Lebaran, Pasar Silaberanti Diserbu Pembeli, Tapi Sayang Banyak Warga tak Pakai Masker

Jelang Lebaran esok, pasar-pasar tradisional mulai ramai dipadati oleh masyarakat yang berbelanja keperluan untuk hari Raya Idul Fitri. 

SRIPOKU.COM/Rahmaliyah
Suasana pasar Silaberanti ramai jelang Hari Raya Idul Fitri, Rabu (12/5/2021 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jelang Lebaran esok, pasar-pasar tradisional mulai ramai dipadati oleh masyarakat yang berbelanja keperluan untuk hari Raya Idul Fitri. 

Seperti yang terpantau di Pasar Pagi Silaberanti, Rabu (12/5/2021). Mayoritas pembeli yang didominasi kaum ibu rumah tangga ini menyerbu komoditas seperti daging ayam, daging sapi, kentang, buncis, ati ampela hingga santan kelapa. 

Tapi sayangnya, dari pantauan masih ditemukan warga yang berbelanja tak menggunakan masker. Ini juga terlihat dari para pedagang yang melayani tanpa menggunakan masker. Padahal, di lokasi kerumunan warga yang berbelanja cukup banyak.

Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, tak dipungkiri jika jelang lebaran pasar-pasar dipastikan ramai, karenanya dalam penanganan Covid-19 terutama untuk mengatasi persoalan kerumunan warga maka ia meminta semua paguyuban pasar serta Perumda Pasar pro aktif mengingatkan agar pedagang maupun pembeli menggunakan masker dan disiplin Prokes. 

"Di masing-masing pasar itu kan ada semua pengurusnya, nah bisa keliling pakai microphone bersama satpol PP, Babinsa dan Babinkamtibmas ingatkan warga agar tetap Prokes," ujarnya. 

Dikatakan Dewa, saat ini semua kecamatan di Kota Palembang statusnya zona merah sehingga perlu adanya dukungan kesadaran masyarakat lebih peduli dan disiplin menerapkan Prokes dimanapun berada. 

"Kita sebenarnya tidak ingin Kota Palembang berada di zona merah terus. Mudah-mudahan tingkat kepatuhan masyarakat bisa terjaga karena ini bukan tugas pemerintah, TNI/Polri saja tapi semua pihak terutama masyarakat," katanya. 

Di sisi lain, harga-harga komoditas melonjak drastis diantaranya daging sapi menjadi Rp 160-170 ribu perkilo l, daging ayam Rp 35-36 ribu perkilo, cabai merah Rp 50 ribu perkilo, santan kelapa Rp 30 ribu perkilo. (Yak)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved