Breaking News:

Mutiara Ramadhan

Rahasia Terminal Akhir Kehidupan Seorang Hamba

Alhamdulillah dengan izin Allah kita telah dapat melewati paruh pertama (rahmat) dan paruh kedua ( maghfiroh-ampunan ) dengan berbagai romantikanya.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Alhamdulillah dengan izin Allah kita telah dapat melewati paruh pertama (rahmat) dan paruh kedua ( maghfiroh-ampunan ) dengan berbagai romantikanya. Sementara saat ini kita berada pada hari-hari paruh ketiga bulan yang mulia ini, ia adalah pembebasan dari api neraka (Itqun Min An-Nar).

Diriwayatkan Salman Al-Farisi yang ditulis oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab shohihnya, rasulullah bersabda :”.... Bulan romadhon adalah awalnya (paruh pertamanya) Rahmat, pertengahannya (paruh kedua) maghfiroh-ampunan dan paruh terakhir pembebasan dari api neraka(Itqun Min An-Nar)”

Pada dasarnya bulan ramadhan keseluruhannya merupakan bulan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka. Namun adalah hak Allah untuk memuliakan sebuah tempat atas tempat lainnya seumpama tanah haram mempunyai kemuliaan yang lebih di banding tempat-tempat lainnya, adalah hak Allah juga meninggikan seseorang atas lainnya begitupun dengan hari-hari bulan ramadhan ini.

Kalau kita baca hadits rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh Ra, Rasulullah bersabda “Telah datang kepada kalian bulan mulia di dalamnya Allah mewajibkan berpuasa, bulan yang dibukakan pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka para syaithon dibelenggu, dan di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang tidak diberikan kesempatan untuk menikmatinya maka dia telah diharamkan darinya”. Artinya secara jelas dalam hadits ini diberitakan bahwa hari-hari ramadhan adalah hari-hari rahmat dan maqhfiroh dari awal sampai akhir.

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Begitu juga adalagi hadits lain yang diriwayatkan Imam Tarmizdi bahwasanya Rosulullah bersabda :“Sesungguhnya pada setiap malam bulan ramadhan Allah membebaskan hamba-hambanya dari siksa api neraka”. Hadits ini menunjukkan bahwa setiap hari ramadhan Allah membebaskan hamba-hambanya dari api neraka, lalu kenapa dikhususkan dan diperkuat bahwa paruh terakhir ramadhan dengan pembebasan dari siksa api neraka (Itqin Min An-Nar) seperti yang termaktub dalam shohih Ibnu Khuzaimah diatas ? Yang jelas hikmah dan maksud sesungguhnya hanya Allah yang maha tahu, akan tetapi dari berbagai literatur ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits rosulullah, kita dapat menyimpulkan bahwa urutan yang tertera dalam hadits terdahulu adalah urutan berjenjang dan dimaksudkan.

Bagaimana bisa demikian ? Kalau kita merujuk kepada Qs.Al-A’rof : 56 “Sesungguhnya rahmatku mencakupi segala sesuatu ”, Kita dapatkan bahwa Allah sendiri telah mewajibkan bagi diriNYA untuk berbuat rahim (rahmat-sayang) yang cakupan nya meliputi segala sesuatu, manusia, jin dan makhluk-makhluk lainnya.

Karenanya sangat wajar bulan ramadhan ini dibuka dengan pintu rahmat sehingga beban kewajiban menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu mudah diemban. Bagaimana tidak demikian? bukankah pada bulan ini kita diajarkan untuk menahan diri dari hal-hal yang diperbolehkan, sah dan halal yang sebenarnya pada keseharian kita meninggalkan hal-hal yang haram saja sulit kita laksanakan apalagi yang mubah(dibolehkan) bahkan kitapun diajari satu akhlak yang sangat luar biasa tingginya yaitu mengikuti kekhususan sifat yang dimiliki Allah, malaikatNya yaitu As-Shomad ( tidak makan dan tidak minum dan mengumbar hawa nafsu), akan tetapi berkat rahmat Allah jualah kita dimudahkan dalam segala hal sehingga kita mampu melaksanakan perintah-perintahNYA.

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

Setelah mendapat rahmat dengan diberikannya hidayah kepada orang-orang kafir/fasiq, dan dimudahkannya bagi orang-orang mukmin melaksanakan ibadah dan bertaqorrub(mendekatkan diri) kepada Allah baik dengan amal-amal wajib seperti puasa atau shalat-shalat sunnah, tarawih, sodaqoh dan lainnya dengan khusyuk, ikhlas dan tawadhu’ tentunya konsekuensi logis yang akan kita dapatkan adalah Maghfiroh (ampunan) Allah yang maha pengampun terlepas dari kekeliruan apapun yang kita lakukan karena Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha dan kerja keras seseorang yang berbuat baik dan Allah maha pemberi maaf Allah berfirman Qs. Ar’Ro’d : 6 “Sesungguhnya Tuhanmu memberikan ampunan kepada manusia atas kezaliman mereka “.

Kemudian setelah diampuni dosa-dosa oleh Allah swt, maka datanglah paruh ketiga yaitu dimana Allah akan membebaskan orang-orang yang masih berlumuran dosa yang seyogyanya berhak dimasukkan ke neraka akibat dosa-dosa besar yang mereka lakukan, hal ini didasarkan pada hadits marfu’ dari Ibnu Abbas bahwa rasulullah saw bersabda: ”Pada setiap malam bulan ramadhan ketika saat berbuka puasa Allah membebaskan ribuan hambanya dari api neraka padahal semuanya berhak dimasukkan ke dalamnya dan pada akhir malam ramadhan Allah membebaskan sejumlah hamba-hambanya yang dibebaskan dari awal sampai akhir ramadhan.”. Kongkritnya bagaimana pembebasan ini ? Hanya ilmu Allah yang menguasainya, yang jelas pembebasan ini merupakan terminal akhir dari dua terminal sebelumnya yaitu rahmat, maghfirohnya yang kesemuanya mesti dilewati dengan menggunakan kendaraan puasa, qiyamullail, ibadah-ibadah sunnah, sodaqoh, infaq dan lain-lain, terlebih lagi pada terminal akhir ini terdapat suatu malam yang mulia malam yang lebih baik dari seribu bulan ialah malam lailatul qodar.

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Benang merah yang ingin penulis simpulkan adalah bahwa pembagian tiga paruh pada bulan ramadhan ini adalah falsafah miniatur dari terminal-terminal waktu kehidupan ideal yang harus dijalani dan dilewati seorang hamba apabila ingin dikatakan sukses menurut terminologi Al-Qur’an silahkan baca Qs.Ali Imron : 185 “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, maka barang siapa dihindarkan dari siksa api neraka dan dimasukkan kedalam surga, mereka itulah orang yang beruntung -sukses-, kehidupan dunia ini hanya perhiasan yang melenakan.”

Perjalanan kehidupan ini diawali dari halte rahmatNYA, dimana tidak seorangpun mendapatkan hidayah kecuali atas rahmatNYA yang kuasa bahkan rosulpun perna bersabda: “Tidaklah seorang dari kalian masuk surga kecuali atas rahmat Allah, para sahabat bertanya engkaupun demikian wahai rosul? Ia jawab rosul“., selanjutnya dengan rahmat itu kita dimudahkan menjalankan tuntunan-tuntunanNYA yang walaupun sesekali kita lalai dan khilaf, tetap saja karena rahmatNYA kita mendapat Maghfiroh (ampunan) terlebih lagi bagi mereka yang istiqomah dijalanNYA itulah yang saya maksud dengan halte kedua dan pada akhirnya akan menuju kepada terminal utama atau pulau impian kehidupan seorang hamba di muka bumi ini yaitu terbebas dari murka Allah yang dipersonifikasikan dengan siksaan api neraka. Wallahu A’lam Bisshowab. (*)

Oleh : H. Ahmad Soleh Sakni. Lc. MA
Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang

ilustrasi
Update 6 Mei 2021. (https://covid19.go.id/)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved