Breaking News:

Mudik Lokal Dilarang

Belum Ada Lonjakan Penumpang Dari Kereta Api di Sumsel, Tiket Terakhir Dijual 5 Mei

Meskipun dalam tahap relatif normal dan belum ada lonjakan penumpang secara signifikan, namun PT KAI akan menutup operasional terakhir pada 5 Mei 2021

SRIPOKU.COM/MAYA CITRA ROSA
Suasana di Stasiun KAI Kertapati menjelang larangan mudik 2021, Senin (3/5/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mudik lokal menjelang Lebaran Idul Fitri 1442 H tahun ini juga banyak dilakukan warga Sumsel melalui jalur Kereta Api.

Hal ini terlihat dari jumlah penumpang sekitar 58 persen terisi pada tanggal 1 dan 2 Mei 2021 kemarin.

Meskipun dalam tahap relatif normal dan belum ada lonjakan penumpang secara signifikan, namun PT KAI akan menutup operasional terakhir pada 5 Mei 2021.

Baca juga: Bupati Muba Dodi Alex Tegaskan, Melarang Warga Muba Pulang Kampung Mudik Lebaran

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Idul Fitri 1442 H, Bupati: Jika Masih Dalam Wilayah OKI Silahkan

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan penumpang dengan rute Kertapati- Lubuk Linggau (PP) dan Kertapati - Tanjungkarang (PP) tanggal 1 dan 2 Mei 2021 berjumlah 1.278 penumpang.

"Secara keseluruhan jumlah penumpang masih relatif normal, belum ada lonjakan yang signifikan," ujarnya.

PT KAI juga membatasi penjualan tiket mudik kereta tujuan Lubuklinggau dan Tanjung Karang, hanya sampai keberangkatan tanggal 5 Mei 2021. 

Setelah itu, operasional diberhentikan karena adanya larangan mudik yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. 

"Tiket terakhir dijual tanggal 5 Mei, besoknya tidak ada lagi aktivitas perjalanan kereta api sampai 18 Mei 2021," ujarnya, Senin (3/5/2021). 

Baca juga: Patuhi Aturan Pemerintah, PT KAI Tidak Jual Tiket Kereta Selama Masa Larangan Mudik

Baca juga: Jelang Pemberlakuan Larangan Mudik, Penumpang Bandara Silampari Lubuklinggau Melonjak 100 Persen

Menurutnya, masyarakat sudah banyak yang paham bahwa larangan mudik ini harus ditaati untuk memutus mata rantai Covid-19.

"Karena masyarakat juga sudah paham ada pembatasan mobilitas termasuk mudik. Jadi penjualan tiket masih normal, rata-rata per hari hanya 35 persen dari kapasitas, "

Untuk penumpang yang akan bepergian melalui kereta api, dapat melakukan tes GeNose C19 di stasiun 1x24 jam sebelum keberangkatan dengan biaya Rp30 ribu.

Warga perantauan asal Lahat, Meli mengatakan tetap mudik meskipun adanya larangan mudik lokal.

Dia sudah membeli tiket kereta api dari Palembang menuju Lahat besok, karena operasional kereta juga akan ditutup pada 5 Mei 2021.

"Tetap mudik, karena sudah pesan tiket kereta. Kalau tetap di Palembang mau lebaran dimana, karena saya ngekos disini," ujarnya.

Penulis: maya citra rosa
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved