Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Akhir Cerita Drug Lord dari Tangga Buntung (1): Nyanyian Istri Bongkar Persembunyian Ateng Cs

Pada saat penggerebekan Ateng ini kakinya keseleo, kemudian kita telusuri di tukang urut di Palembang.

TANGKAPAN LAYAR FACEBOOK SRIPOKU
Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti berbincang dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengenai penangkapan 'Drug Lord' dari Tangga Buntung dalam Walk The Talk With Weny 

GEMBONG narkoba di Tangga Buntung Palembang akhirnya ditangkap. Setelah sempat bersembunyi di hutan usai penggerebekan besar, sang "Drug Lord" akhirnya bertekuk lutut. Seperti apa perjalanan aparat kepolisian sebelum akhirnya meringkus dua pentolan kampung narkoba ini? Simak wawancara Kepala Newsroom Sripo Weny Ramdiastuti bersama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri dalam program Walk The Talk With Weny.

Setelah dua minggu penggerebekan besar di Tangga Buntung, aparat kepolisian berhasil meringkus dua bandar besarnya. Bisa dijelaskan bagaimana proses penangkapan mereka ini?
Setelah penggerebekan, petugas mencari data-data di lapangan untuk mencari keberadaan bandar ini. Pada saat penggerebekan Ateng ini kakinya keseleo, kemudian kita telusuri di tukang urut di Palembang. Lalu kita cari informasi dari orang terdekatnya. Lalu kita dapatkan keberadaannya di OKU Selatan.

Setelah dapat informasi lokasinya, apakah langsung ditemukan persembunyian mereka?
Perjalanannya cukup panjang, petugas sangat sabar. Sampai di OKU Selatan petugas kembali mencari informasi kembali, lalu ditemukan ia sedang berada di sebuah gubuk. Petugas harus dua jam perjalanan menuju lokasi perjalanan si Ateng ini.

Ketika ditangkap apa yang dilakukan oleh para pelaku ini?
Ketika melakukan penggerebekan petugas datang jam 1 malam. Mereka berempat sedang beristirahat. Sehingga mereka langsung kita tangkap tanpa ada perlawanan berarti.

Apakah keempat orang ini merupakan gerombolan sang bandar narkoba?
Yang kita tangkap hanya dua orang di Ateng dan Taufik Pendekar. Sementara dua orang lainnya ini merupakan pemilik lahan. Dua orang pemilik lahan ini kita lepaskan.

Apakah benar si pelaku ditangkap karena ada kita dapat nyanyian keberadaan pelaku?
Ya benar, kita tahu keberadaannya dari istrinya. Terutama informasi dari istri si pemilik lahan yang menunjukkan jalan ke lokasi persembunyiannya. Ia bahkan ikut mengantarkan petugas ke gubuk tempat Ateng ini berada.

Usai penggerebekan kemarin apakah si Ateng ini langsung sembunyi ke OKU Selatan?
Sebelum ke OKU Selatan, si Ateng ini sekitar tiga hari bersembunyi di Palembang lalu kemudian berangkat ke OKU Selatan. Jadi sekitar satu mingguan dia sembunyi di gubuk tersebut.

Jarak antara Palembang dan OKU Selatan cukup jauh, dan persembunyian mereka sangat sulit ditemukan. Bagaimana cara polisi bisa berhasil menemukan lokasinya?
Pelaku saya tanya juga kaget, karena persembunyian mereka di kebun kopi dan lokasinya sulit dijangkau orang. Namun, berkat kegigihan para anggota dan bantuan tuhan kita berhasil menangkap mereka. Selalu ada campur tangan Tuhan dibalik keberhasilan kita bertugas.

Berapakah jumlah anggota yang dikerahkan untuk menangkap kedua pelaku ini?
Yang berangkat menangkap ada satu tim beranggotakan delapan orang.

Apa keterlibatan Taufik Pendekar ini dengan tersangka Ateng?
Taufik Pendekar ini merupakan ayah angkat Ateng. Setiap ada masalah ia selalu komunikasi dengan si Taufik ini. Taufik Pendekar ini juga bertugas menjaga ruko milik tersangka yang tidak jauh dari lokasi penggerebekan kemarin.

Dengan tertangkapnya Ateng, pihak kepolisian tentu masih punya PR untuk mengejar si pemasok narkoba.
Tentu ini PR selanjutnya. Kita juga masih mengejar penghubung antara Ateng dan sang pemasok narkoba yang berada di Pekanbaru.

Dalam menerima narkoba, apakah si Ateng langsung yang bergerak?
Si Ateng ini tidak langsung ke Pekanbaru, tetapi selalu lewat perantara. Nah, perantara inilah yang sedang kita kejar, apabila ia sudah tertangkap tentu dengan mudah kita melacak keberadaan si pemasok narkoba ke Tangga Buntung ini. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved