Profil Selebriti
Profil Daniel Mardhany, Vokalis Band Deadsquad yang Terjerat Kasus Narkoba, Postingan Jadi Sorotan
Kasus Daniel Mardhany, semakin menambah panjang daftar nama artis yang tersandung kasus narkoba.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Musisi tanah air kembali diamankan polisi terkait penyalahgunaan narkoba.
Vokalis band Deadsquad, Daniel Mardhany, baru saja ditangkap pada Sabtu (1/5/2021) di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.
Kasus Daniel semakin menambah panjang daftar nama artis yang tersandung kasus narkoba.
Kabar penangkapan Daniel dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.
Daniel diamankan dengan barang bukti psikotropika dan dua buah ponsel.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Daniel terbukti positif narkoba lewat tes urine.
"Positifnya mengandung ganja sama psikotropika. Ganja dan benzo (benzodiazepine)," ungkap Yusri Yunus saat dihubungi pada Minggu (2/5/2021).
Lantas siapa Daniel Mardhany? berikut Profilnya
Baca juga: Mengenal Sosok Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara Ini Kiprahnya di Dunia Pendidikan
Baca juga: HANYA Tuhan yang Tahu, PASUKAN Siluman Disebut-sebut Sudah di Tanah Papua? Simpan Semua Rahasia
Baca juga: 400 Pasukan Setan untuk Musnahkan KKB Papua, Lekagak si Pembunuh Kabinda Bakal Dibikin Pucat
Daniel Mardhany dikenal sebagai vokalis band Deadsquad dua tahun setelah terbentuknya band death metal itu pada tahun 2006 silam.
Ia bergabung pada tahun 2008 dan bertahan hingga sekarang meski band tersebut telah mengalami bongkar pasang personel.
Daniel bergabung ke band Deadsquad menggantikan Babal yang memilih untuk hengkang.
Menilik dari laman Instagram-nya, Daniel Mardhany begitu getol dengan hobinya mengoleksi vynil.
Sebuah hobi yang tak jauh dari aktivitasnya sebagai musisi.
Bersama Deadsquad, Daniel Mardhany telah merilis 3 album studio yaitu Horror Vision yang rilis tahun 2009, Profanatik di tahun 2013, dan Tyranation di tahun 2016 lalu.
Proyek terakhirnya yang telah dirilis ke publik adalah kolabrasi Deadsquad bersama musisi Isyana Sarasvati.
Kekinian, Deadsquad diketahui sedang menggarap album baru.
Dalam garapan ini, Daniel Mardhany dan kawan-kawan baru saja mendapat seorang drummer baru.
Selain menyiapkan album baru Deadsquad, Daniel Mardhany juga baru saja selesai menggarap album dalam proyek tironya bersama Januaryo Hardy (Perverted Decterity, Pure Wrath) dan Yogi (Viscal) bertajuk Bloodriven.
Selain itu, Daniel Mardhany juga menyibukkan diri dengan proyek solonya lewat Bisinggama
Instagram Diserbu
Penangkapan Daniel sontak membuat fans tidak percaya. Akun Instagram Daniel sontak diserbu fans.
Beragam komentar memenuhi kolom komentar postingan terakhir Daniel di Instagram.
Tidak sedikit yang memberikan dukungan untuk Daniel.
"Keep strong bang, badai pasti berlalu"
"Ketangkep ??"
"Yg sabar bang ya, semoga cepet prosesnya"
"Semangat bang,.. Semua ini hanya ujian untuk menjadi lebih baik"
Apa itu Deadsquad?
Melansir Tribunnews, Deadsquad adalah sebuah band death metal metal asal Jakarta, Indonesia.
Secara musikalitas, Deadsquad mengusung aliran technical death metal yang banyak menggunakan nada-nada diatonis di dalamnya.
Jenis musik ini seringkali diasosiasikan sebagai penggabungan antaradeath metal dengan progressive rock dan jazz fusion.
Tempo sangat cepat, teknik rumit, drum double pedal dan ketukan cepat grinding adalah ciri khas dari aliran technical death metal yang menjadi ciri khas oleh Deadsquad.
Meski tidak menggunakan growling dan cenderung lekat dengan teknik scream berat untuk suara vokal, Deadsquad tak asal pilih dalam pembuatan materi musik mereka.
Meski tak bisa didengarkan dengan telinga mainstream, dalam pemilihan tema album, judul lagu atau kepenulisan lirik lagu,Deadsquad seringkali memasukkan unsur-unsur kritik sosial selain tema-tema kematian yang menjadi citra dasar death metal.
Sejarah
Deadsquad didirikan pada tahun 2006, di Jakarta, ibukota Indonesia.
Pada awal berdiri, Deadsquad hanyalah sebuah proyek musik untuk memainkan lagu-lagu old-school metal band seperti Slayer, Anthrax dan Sepultura.
Kala itu, Stevie Morley “Item” (gitaris Andra & the Backbone) dan Ricky Siahaan (gitaris Seringai) lah yang menginisiasi pendirian band proyek yang kelak menjadi Deadsquad.
Lalu, masuklah Bonny Sidharta, basis band grindcore Tengkorak dan Andyan Gorust, drumer dari Siksa Kubur, band beraliran brutal death metal.
Namun, belum sempat menggarap lagu alih-alih menciptakan lagu sendiri, beberapa personil dari dari band proyek ini sudah ada yang mengundurkan diri pada 2006.
Ricky Siahaan mundur karena lebih memilih kesibukan dengan band lain.
Penggantinya adalah Prisa Adinda, gitaris perempuan eks band Zala yang pada 2007 juga sempat berduet dengan band J-Rocks.
Pada 29 Agustus 2006, dengan formasi Stevie Item, Bonny Sidharta, Andyan Gorust dan Prisa Adinda terbentuklah band bernama Deadsquad.
Beberapa band death metal yang berpengaruh pada gaya bermusikDeadsquad yakni Necrophagist, Suffocation, Malevolent Creation, Cannibal Corpse, The Black Dahlia Murder, Spawn of Possession, Disavowed, Decrepit Birth, dan Nile.
Baca juga: Profil Hendra Don, Pemeran Kang Reno di Sinetron Preman Pensiun 5, Aktif Berorganisasi, Anak Motor!
Baca juga: Seorang WNA Malaysia Sempat Terjaring Razia Gabungan Sat Pol PP Lubuklinggau Saat Menginap di Hotel
Baca juga: Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga Pimpin Apel Kebangsaan, Menuju Indonesia Sehat dan Unggul
Personel
Kemudian, masuk lah vokalis yakni Babal dari Alexander pada Oktober 2006.
Setelah Prisa keluar pada awal 2008 dan diiringi Babal, masuklah gitaris band punk, Netral yakni Christopher “Coki” Bollenmeyer dan Daniel Mardhany (Abolish Conception) sebagai vokalis.
Dengan formasi Daniel Mardhany (vokal), Stevie Item (rhythm), Coki Bollenmeyer (melodi) Bonny Sidharta (bas) dan Andyan Gorust (drum) inilah Deadsquad akhirnya merilis album pertama mereka dengan tajuk “Horror Vision” pada 9 Maret 2009.
Kala itu, Deadsquad bekerja sama dengan label rekaman Rottrevore Records untuk menggarap album “Horror Vision”.
Album tersebut dimunculkan pada konser pembuka band metal asal Amerika Serikat, Lamb of God di Jakarta.
Dengan formasi yang sama, Deadsquad menelurkan album kedua mereka bernama Profanatik di tahun 2013.
Setahun berselang, Bonny Sidharta mengundurkan diri karena fokus dengan aktivitas lain.
Kepergian pembetot bass berkepala plontos dengan tingkah eksentrik di panggung pada 17 Maret 2014 itu digantikan oleh Arslan Musyifa dari Funeral Inception.
Album ketiga “Tyranation” pada 2016 sukses Deadsquad luncurkan.
Pergantian personel memang bukan hal aneh dalam dinamika sebuah band, termasuk Deadsquad.
Arslan Musyfia pun pergi pada 2017 lalu.
Terkini, formasi Deadsquad adalah Daniel Mardhany (vokal), Stevie Item (gitar rhythm), Welby Cahyadi (bas), Kharisma (gitar melodi) dan Alvin Eka Putra (drum) yang juga anggota band Noxa.
Album
Proses kreasi materi musik Deadsquad tidak diciptakan secara ringan belaka.
Meski mereka bergenre technical death metal, latar belakang dan makna lagu dan lirik-lirik yang mereka ciptakan memiliki arti tersendiri.
'Horror Vision' pada 2009 sedikit banyak bernuansa kritik sosial yang lekat terhadap konteks Indonesia.
Misalnya lagu 'Hiperbola Dogma Monotheis' dan 'Manufaktur Replika Baptis' yang menyentil tata laku kehidupan beberapa organisasi masyarakat dengan identitas tertentu yang sering menghadirkan ketidakharmonisan dalam bermasyarakat.
Lagu-lagu album Horror Vision (2009):
Pasukan Mati
Dimensi Keterasingan
Sermon of Deception
Dominasi Belati
Hiperbola Dogma Monotheist
Manufaktur Replika Baptis
Arise
Horror Vision
Album Profanatik (2013) pun demikian, misal dengan lagu berjudul Patriot Moral Prematur yang juga mengkritisi tindakan rasa premanisme dari organisasi-organisasi dengan identitas tertentu yang dibiarkan oleh negara.
Lagu-lagu album Profanatik (2013):
Ode Kekekalan Pusara
Anatomi Dosa
Natural Born Nocturnal
Merakit Sakit
Patriot Moral Prematur
Altar Eksistensi Profan
Misantropis
Jurnal gagak
Fire
Sedangkan album Tyranation lebih berkutat pada persoalan sikap hidup manusia zaman terkini dan konflik yang disebabkan oleh nafsu perebutan kekuasaan.
Lagu-lagu album Tyranation (2016):
Enter the Wall of Tyranation (Jancuk)
Menyangkal Sangkakala
Pragmatis Syntesis
Lahir Mata Satir
Apocalypse for Sale
The Comfort of Retardation
Labirin Epidemi
Hymn of Infinite Anxiety
Tyranation
Demi Logam Mulia
Penghargaan
Deadsquad adalah salah satu band death metal yang eksitensi dan pengaruhnya begitu luar biasa dalam skena musik cadas di Indonesia.
Lebih dari itu, tur ke Eropa atau ke beberapa negara di dunia sudah beberapa kali dijalani oleh Deadsquad selama ini.
Pada 2017 lalu, Deadsquad memenangi AMI Awards untuk kategori Karya/Produksi Metal/Hardcore Terbaik lewat lagu Pragmatis Sintetis.
Merangseknya band aliran death metal ke dunia mainstream membuktikan bahwa Deadsquad mampu hadir bagi pecinta musik di Indonesia.
Hasil karya Deadsquad pun tak hanya mampu menghipnotis para penggemar musik metal di Indonesia.
Baca juga: Trik Mendapatkan Lailatul Qadar dari Rasulullah SAW Dimulai Malam ini dan Doa Khusus Serta Amalannya
Baca juga: Cara Membedakan Ikan Segar dengan Ikan yang Mengandung Formalin, Ternyata Bisa Dilihat Kasat Mata
Baca juga: Inilah Tanda jika Puasa Kita Diterima oleh Allah SWT, Begini Cara Pembuktian Berhasil Tidaknya Puasa