Virus Corona
Sedang Sakit Nekat Sholat di Masjid, 51 Orang Positif Covid-19 : Klaster Tarawih
Jemaah sholat tarawih terpapar covid-19, terjadi di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.
SRIPOKU.COM - Jemaah sholat tarawih terpapar covid-19, terjadi di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.
Total terdapat 51 orang jemaah dinyatakan positif covid-19.
Desa Pekaja setelah dilakukan tracing oleh Dinkes Banyumas, terdapat 44 orang yang positif corona.
Dari total 44 orang itu satu diantaranya dirawat di RSUD Banyumas, sisanya dilakukan isolasi mandiri.
Sedangkan klaster tarawih kedua terdapat di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.
Di desa ini terdapat tujuh orang yang positif covid-19.
Semuanya menjalani karantina di RK Diklat Baturraden.
Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, klaster tarawih di Desa Pekaja berawal dari dua orang warga yang positif.
"Di desa Pekaja setelah ditracing 44 orang dinyatakan positif covid-19," kata dia, dikutip dari Tribun Jateng, Jumat (30/4/2021).
Sementara itu di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede terdapat tujuh orang yang positif corona.
"Gejala ringan satu orang, mengalami batuk pilek, sisanya tanpa gejala," kata dia.
Menurut dia, klaster tarawih ini di Desa Tanggeran berawal dari seorang jemaah yang sakit tapi nekat sholat tarawih di masjid.
Meski muncul klaster tarawih di dua tempat, Husein memastikan tidak akan melarang salat tarawih berjemaah di masjid.
Hanya, dia bakal memperketat pengawasan terkait protokol kesehatan di setiap masjid.
"Dalam dua hari ini, akan ada pertemuan dengan tokoh agama dan forkompinda untuk membahas masalah ini," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Muncul 2 Klaster Tarawih di Banyumas: 51 Orang Positif Covid, Prokes di Masjid Diperketat,