Krisis Covid 19 di India

PENGGALI Kubur Jenazah Muslim India, 24 Jam Nonstop:'Semakin Banyak Peti Mati yang Datang'

Menggali tanah tanpa APD mungkin masih bisa dipahami, namun mengusung jenazah dan kemudian menguburkannya tanpa APD, sungguh di luar kebiasaan.

Editor: Wiedarto
istimewa
Foto udara suasana pemakaman warga Muslim yang meninggal karena Covid-19 di New Delhi, India. 

SRIPOKU.COM, INDIA--Penggali kubur Muslim di India nampaknya menghadapi Ramadan paling berat dan melelahkan. Karena keganasan Covid-19 di negeri itu, mereka bekerja dari pagi hingga malam.

Bahkan, mereka rela tak menjalankan ibadah puasa karena kelelahan bekerja.

Para penggali kubur di Mumbai, India pun nyaris bekerja tanpa henti.

Bahkan, mereka sampai mengabaikan protokol kesehatan karena kewalahan saat bekerja.

Melansir TribunManado.co.id dengan judul Kisah Penggali Kubur Muslim di India Memakamkan Korban Covid-19, Terpaksa Abaikan Protokol Kesehatan, banyak penggali kubur di kota itu tidak lagi mengenakan alat pelindung diri (APD) saat menjalankan pekerjaan mereka.

Menggali tanah tanpa APD mungkin masih bisa dipahami, namun mengusung jenazah dan kemudian menguburkannya tanpa APD, sungguh di luar kebiasaan.

Sayyed Munir Kamruddin adalah satu di antaranya.

Pria berusia 52 tahun itu kini menolak menggunakan APD.

“Awalnya, sekitar dua atau tiga bulan krisis Covid-19 berlangsung, saya mengenakan alat pelindung diri lengkap, termasuk sarung tangan,” kata dia.

“Tapi kemudian saya memutuskan untuk tidak lagi mengenakannya. Tidak ada efeknya terhadap saya,” ungkapnya.

Pria yang telah 25 tahun bekerja sebagai penggali kubur ini memang belum pernah menunjukkan gejala-gejala tertular virus corona atau jatuh sakit berat akibat virus itu.

Teman-teman Kamruddin, yang juga sebagai penggali kubur, mengikuti jejaknya.

Mereka menyelesaikan pekerjaan mereka seperti masa-masa dulu, sebelum pandemi merebak.

Kamruddin menjelaskan, alasan utamanya mengabaikan protokol kesehatan tidak hanya karena ia tidak takut akan virus corona, tapi juga karena tuntutan kerjanya yang luar biasa tinggi.

Banyak Muslim di India bersikeras bahwa jasad keluarga atau kerabat mereka yang meninggal akibat Covid-19 harus ditangani sesuai ajaran Islam dan dikuburkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved