DARURAT, Ribuan Warga Perbatasan Eksodus, Jenderal Myanmar Berani Serang Perbatasan Thailand
Karen, Kachin dan beberapa kelompok etnis pemberontak lainnya telah ikut ambil bagian untuk mendukung para demonstran pro-demokrasi
Media melaporkan korban terbanyak ada di pihak pasukan pemerintah dalam beberapa hari terakhir.
Tetapi juru bicara kelompok pemberontak Tentara Kemerdekaan Kachin mengatakan, dia tidak dapat mengkonfirmasi angka apa pun.
"Akan ada korban di kedua belah pihak karena ada pertempuran," kata juru bicara, Naw Bu, melalui telepon.
Karen, Kachin dan beberapa kelompok etnis pemberontak lainnya telah ikut ambil bagian untuk mendukung para demonstran pro-demokrasi yang telah turun ke jalan-jalan di kota-kota di seluruh negeri untuk menentang kembalinya kekuasaan militer.
Pasukan keamanan telah membunuh sedikitnya 759 demonstran sejak kudeta, kata kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik. Reuters tidak dapat mengkonfirmasi korban jiwa.
Militer telah mengakui kematian beberapa demonstran, terbunuh setelah mereka memulai kekerasan, katanya.
Beberapa anggota pasukan keamanan juga telah tewas dalam mengawal aksi protes, kata militer.(Reuters/ Japan Times)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Militer dan Milisi Berperang, Ribuan Penduduk Myanmar Melarikan Diri ke Thailand, https://www.tribunnews.com/internasional/2021/04/30/militer-dan-milisi-berperang-ribuan-penduduk-myanmar-melarikan-diri-ke-thailand?page=2
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kudeta-militer-di-myanmar-membuat-resah-warga-dan-akan-mengungsi-ke-thailand.jpg)