Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Blak-blakan Strategi SFC Kembali ke Liga 1 (Bagian 2): Tak Semua Pemain Pilihan Sesuai Harapan

Dengan berbeda karakter menjadi tim yang utuh dengan satu tujuan yang sama. Ini tidak mudah.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/RAHMAD ZILHAKIM
Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti (tengah) saat wawancara khusus Manajer SFC M Fadli (kiri) dan pelatih SFC Nil Maizar (kanan) disalah satu sudut tribun Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, beberapa hari lalu. 

KEHADIRAN Coach Nil Maizar yang dikenal bertangan dingin diharapkan mampu menghadirkan starting eleven yang baik dalam setiap laga Sriwijaya FC. Namun hal itu bukan hal yang mudah karena setiap pemain punya karakter yang beda dan butuh waktu yang tidak singkat. Dalam wawancara eksklusif Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti, baik pelatih SFC Nil Maizar dan Manajer SFC membeberkan ragam tantangan dalam membentuk the dream team. Berikut petikan wawancaranya.

SRIPO: Kalau kita bicara soal sosok, tadi Anda kan bilang ini kebutuhan sesaat. Tapi bagaimana dengan kehadiran coach Nil Maizar meramu bisa memadukan menjadi dirigen yang luar biasa bagi orkestra yang padu untuk sebuah tim SFC Liga 2 yang sedang berjuang ke Liga 1. Kalau coach ini kan dikenal bertangan dingin ya? Apa yang akan Anda terapkan pada tim SFC?
Nil Maizar (NM): Sebenarnya sepakbola itu yang pertama itu bahan. Ada pemain yang bagus. Pemain harus talent scout. Yang layak dengan konsep kita bermain. Kan kita memilih pemain itu tidak semuanya yang sesuai dengan harapan kita. Misalnya kita ambil A. Pas tiba di lapangan satu atau dua kali pertandingan tidak sesuai dengan ekspektasi kita.
Tapi itu tidak boleh kita berpikiran begitu. Jadi saya dengan manajer bilang kita cari yang sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing sesuai dengan posisi mereka masing-masing. Karena pemain goal keeper, pemain belakang, pemain tengah, pemain depan, karakternya berbeda-beda. Nah tugas seorang pelatih itu adalah bagaimana membentuk tim menjadikan pemain starting eleven itu sesuai dengan karakter mereka masing-masing.
Dengan berbeda karakter menjadi tim yang utuh dengan satu tujuan yang sama. Ini tidak mudah. Karena kita membentuk tim itu kan bek kiri, bek kanan beda kan karakternya. Dan cara pola pikirnya juga beda. Keahliannya berbeda. Dan itu yang pertama butuh program kerja yang bagus. Bagaimana gameteknya dari hari perhari. Minggu perminggu, bulan perbulan. Itu nanti akan saya bikin. Jadi per periode. Seminggu begini, sebulan begini. Tiga bulan begini. Jadi harus detail. Dan itu kita jabarkan dalam bentuk aplikasi di lapangan dan itu nanti softwarenya sudah ada sama saya. Nanti hasilnya seperti apa, kelemahan, kekuatan, kelebihan, kekuatan tim kita itu akan evaluasi dan berbentuk data.

SRIPO: Termasuk tidak berdasarkan unsur-unsur subjektivitas ya?
Muhammad Fadli (NM): Oh gak ah. Kalau sepakbola itu gak bisa begitu. Sepakbola itu clear, kita harus jujur. Kita gak boleh di sepakbola itu gak jujur. Ketika menurunkan pemain starting eleven 11 orang itu memang layak untuk main. Jangan karena senang sama dia, gak boleh. Yang habis itu adalah pelatih ketika tidak jujur menurunkan pemain di lapangan, Anda tunggu akibatnya.

SRIPO: Coach punya waktu berapa lama nih untuk bisa kembali ke Liga 1?
NM: Sebenarnya yang kita pikirkan prosesnya. Bagaimana tim pelatih itu bersinergi dulu. Harus dibantu orang di belakangnya. Saya selaku pelatih kepala harus dibantu Asisten Pelatih, Goal Keeper, Teknik, Fisik, Anjas Statikal. Nanti ada dokter tim, ada fisioterafis. Itu yang penting.
Setelah itu kita bikin program yang bagus sesuai dengan keinginan kita. Hari minggu pertama seperti apa latihan, minggu kedua seperti apa, minggu ketiga seperti apa, minggu keempat seperti apa. Sehingga beberapa bulan kita lihat persiapan ini lumayan bagus. Kalau misalnya 26 Juni kita mulai kick offnya berarti kita ada sekitar 80 hari latihan.
Biarpun puasa tetap latihan. Cuma di puasa gak boleh pagi latihan, sore aja. Berdasarkan proses-proses yang kita lakukan game plan yang kita lakukan rencana kerja yang kita lakukan, baik itu ujicoba di dalam inter outnya, itu kan proses.
Nah kalau kita bisa menjaga proses ini Insya Allah hasilnya bagus. Ini yang susah menjaga proses ini. Tidurnya harus bagus, istirahatnya harus bagus, itu harus berpikiran positif semua. Kalau tidak melakukan itu jangan harap dia mendapatkan yang terbaik.
Kalau satu pemain, dua pemain, tiga pemain berpikiran begitu itu yang saya sebut menjaga proses itu lebih susah daripada kita memikirkan hasil. Semua orang menginginkan hasil, ingin menang. Tapi kalau latihannya gak ada, apa yang mau didapat. Itu yang harus kita sikapi untuk Sriwijaya FC. Dan saya selalu bilang kepada Pak Manajer, dan Pak Manajer akan menjaga proses itu sama-sama. Baik di manajemen maupun di luar manajemen.

SRIPO: Tolong diperhatikan targetnya berapa lama kalau dari sisi manajerial?
MF: Kalau coach bicara teknis, kalau saya bicara ini amanah masyarakat Sumsel targetnya tahun ini di liga 2. Insya Allah tahun depan kita di liga 1. Itu harapan kita. Kalau teknis benar apa yang dibicarakan coach Nil. Tapi kalau kita tidak bisa. Kita bicara target.
Kenapa saya berbicara seperti ini makanya apa yang dibutuhkan oleh coach kita lakukan sekarang. 80 hari masa latihan, 26 Juni rencana kick off jadi memang cukup itu TC. Berbeda kalau kita hanya pelengkap di Liga 2.
Ya mungkin dua minggu sebelum kick off kita baru mau latihan. Tapi kembali lagi apakah coach Nil mau ke Sriwijaya kalau targetnya hanya melengkapi. Jadi sebelum kita teken kontrak, kita sudah berbicara dari hati ke hati. Saya memiliki beban yang besar karena amanah masyarakat Sumsel kan ada di tangan saya sekarang. Jadi saya bicara dengan coach Nil kalau coach Nil mau menerima tantangan ya tidak bisa. Pendekatanya gak lama coach ya? Dua minggulah. Chemistry tadi.

SRIPO: Angkanya kontrak lumayan ya?
NM: Cukup untuk kebutuhan keluarga. Untuk orang-orang yang kita cintai.

SRIPO: Perlu berapa miliar untuk membeli pemain-pemain yang lumayan punya nama ya?
MF: Ya kurang lebih standar Rp 15 M. Kalau Rp 20 M bintang pemain kita. Sekarang mulai ada kita pemain bintang. Tapi bukan yang dalam high level. Tapi untuk di liga 2 mereka-mereka di high level. Itu pemain liga 1 semua. Ada Rizky di kiper, Dedi Hartono, ada Valentino, Lucky, Feri,dan tunggu lagi ada kejutan selajutnya. Insya Allah (naturalisasi).

SRIPO: Ada berapa pemain naturalisasi yang direncanakan?
MF: Ada dua. Ya kita harapkan dualah. Cuma kan harapan. Ada proses. Makanya teman-teman media bilang kok manajer yang ini pelit ngomong.

NM: Kita harus yakin, karena sepakbola itu adalah keyakinan. Bukan ketidakpastian. Jadi kalau kita yakin ditambah dengan kemauan dan kerja keras, itu kekuatan yang tidak terkalahkan. Dan itu sudah dipegang oleh Sriwijaya FC.

SRIPO: Sekarang the winning team prediksinya seperti apa?
NM: Kalau sekarang kita belum bisa bilang. Semua yang kita ambil itu kan harus sesuai dengan aplikasi di lapangan. Apakah kita ambil siapapun bintangnya. Tapi kenyataan di lapangan tidak sesuai aplikasi. Belum tentu dia masuk di tim. Tapi secara hati nurani kita sudah tahu. Tergantung kita lihat bagaimana program latihan kita jalan apa gak.
Ketika program latihan kita jalan, baru kita bisa lihat ini, ini, ini. Kalau sekarang belum bisa.

SRIPO: Tapi tadi kita sudah mendengar perkiraan kanan, kiri pemainnya ini. Coba sebutin lagi.
MF: Kita ada waktu dua bulan. Saya sudah bilang dengan coach, beri saya masukan saya yang eksekusi. Tapi semua saya serahkan kepada coach, pemain ini yang dibutuhkan. Tadi di kiri ada Valentino, kiper ada Rizky, di bek tengah ada Feri yang baru. Di tengah ada Lucky. Di kanan ada Dedi Hartono.

NM: Tapi kita tentunya ada 10 pemain liga musim lalu yang secara teknis mereka mumpuni. Saya bilang sama pemain, kita kan baru 60 persen. Semua tidak ada yang aman sampai hari H pertandingan. Tidak ada yang bisa bilang dia sudah aman.
Karena sepakbola berubah. Ketika masuk di starting eleven, ntar malam dia sakit. Gak bisa yang ini harus dimainkan. Begitu juga dia punya pengalaman, knowledge, atitude. Belum tentu juga menjadi pemain inti. Karena situasional berbeda.
Yang menjadikan dia inti itu dia latihan. Ketika latihan menunjukkan performancenya bagus, dengan atutude yang bagus, dengan motivasi main yang bagus. Di situlah nilai kita tarok. Oh dia pantas di sini. Jadi gak mudah bikin the dream team. (fiz)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved