Breaking News:

Kapolda Sumsel : Sikat Anggota yang Membekingi Ilegal Drilling dan Penyulingan Liar

Kapolda Sumsel: Kita akan sikat anggota yang bermain-main minyak. Tindakan tegas akan kita ambil jika ada oknum ikut bermain

sripoku.com/fajeri
Tim gabungan ketika menutup tempat aksi illegal driling di Kecamatan Bayung Lencir, Muba. 

SRIPOKU.COM, MUBA - Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri mengeluarkan peringatan keras, bahwa akan menindak tegas jika ada oknum anggota yang membekingi ataupun terlibat dalam ilegal drilling dan  penyulingan minyak liar.

Hal tersebut menindaklanjuti pasca terjadinya insiden kebakaran tempat penyulingan minyak mentah tradisional ilegal di Jalan Lintas Palembang - Jambi beberapa waktu lalu. 

“Kita akan sikat anggota yang bermain-main minyak. Tindakan tegas akan kita ambil jika ada oknum anggota yang bermain dibelakangnya,”kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, Kamis (29/4/2021).

Dikatakan, Kapolres Muba telah memimpin penertiban dan penutupan sumur-sumur minyak illegal yang ada di Kecamatan Bayung Lencir.

“Selanjutnya untuk daerah lain-lain akan disesuaikan oleh Kapolres secara langsung,”kata Kapolda.

Sebelumnya, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK, didampingi Waka Polres Kompol Irwan Andeta menyisir wilayah Bayung tepatnya di dalam kawasan perusahaan Bumi Persada Permai. Karena pada lokasi tersebut  banyak aktifitas illegal driling yang dilakukan sekelompok orang.

"Ya, sejak kemarin kita sudah mulai melakukan penertiban. Penertiban kali ini kita melibatkan 200 personel Polres Muba dan TNI," katanya.

Namun diakatakan, sampai saat ini belum ada pemilik lahan atau pemilik penyulingan yang diamankan. Namun meskipun belum berstatus tersangka, pihaknya tetap memberikan peringatan tegas bagi pihak pihak yang terlibat.

"Penertiban sumur minyak ilegal kita lakukan mulai dari tahap preemtif dengan memberikan imbauan dari Sat Bimas dan Intel untuk para penambang menghentikan semua aktivitas mereka," tegasnya.

Peringatan keras ini cukup beralasan mengingat aktivitas mereka dilarang undang-undang. Kemudian tahap preventif dan represif dengan melibat 200 personel gabungan langsung ke lokasi untuk penertiban.

"Sampai saat ini sudah lebih 200 sumur ilegal yang ditutup dan kita pastikan tidak akan beroperasional lagi," jelasnya. (dho)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved