Breaking News:

Banyak Salah Paham, Masih Bolehkah Makan Saat Imsak Tiba? Berikut Sejarah Imsak & Cerita UAS

Apakah setelah Imsak memang tidak diperbolehkan lagi untuk menyantap makanan sahur?

Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/Tria Agustina
Imsak di bulan puasa seberapa penting? 

Adapun berimsak (mulai menahan diri) lebih awal sebelum terbitnya fajar sebagaimana disebutkan oleh Imam Mawardi hanyalah sebagai anjuran agar lebih sempurna masa puasanya.

Bentuk Sayangnya Ulama

Lalu bagaimana dengan waktu imsak yang ada?

Waktu imsak yang sering kita lihat di jadwal-jadwal imsakiyah adalah waktu yang dibuat oleh para ulama untuk kehatian-hatian.

Dengan adanya waktu imsak yang biasanya ditetapkan sepuluh menit sebelum subuh maka orang yang akan berpuasa akan lebih berhati-hati ketika mendekati waktu subuh.

Di waktu sepuluh menit itu ia akan segera menghentikan aktivitas sahurnya, menggosok gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang bisa jadi membatalkan puasa, dan juga mandi serta persiapan lainnya untuk melaksanakan shalat subuh.

Dapat dibayangkan bila para ulama kita tidak menetapkan waktu imsak.

Seorang yang sedang menikmati makan sahurnya, karena tidak tahu jam berapa waktu subuh tiba, dia akan kebingungan saat tiba-tiba terdengar kumandng azan subuh sementara di mulutnya masih ada makanan yang siap ditelan.

Baca juga: TAK Peduli Ramadan, Siang Hari Pria Kebelet, Tawarkan Tumpangan Ibu Muda: Dirudapaksa di Gubuk

Baca juga: Sering Dikira Nonmuslim, Ini 10 Artis Blasteran Jalani Puasa Ramadan, Ada yang Mualaf di Usia Remaja

Satu hal yang perlu diketahui bahwa waktu imsak hanya ada di Indonesia.

Fenomena masjid-masjid dan musholla-musholla menyuarakan waktu imsak tak ditemui di negara manapun sebagaimana bisa ditemui di beberapa daerah di Indonesia.

Ustaz Abdul Somad Beberkan Sejarahnya

Hal senada juga dijelaskan Ulama kondang, Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS.

Adakah imsak di zaman Nabi?

Menurut Ustadz Abdul Somad Imsak memang tidak pernah ada waktu zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Waktu Imsak ini ada sejak munculnya mahzab Syafi’i.

Menurut Ustadz Abdul Somad Imsak adalah lampu kuning tanda kita harus bersiap-siap untuk berhenti makan sahur.

Apabila kita terbangun ketika waktu Imsak maka masih bisa makan sampai terdengar adzan subuh dan ketika adzan subuh terdengar maka makan dan minum harus dihentikan dan mulut harus segera dibersihkan.

Imsak bukanlah lampu merah tandanya tidak boleh makan dan minum sama sekali.

Namun Imsak dianjurkan untuk dilakukan demi kebaikan kita sendiri.

Kata Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya yang banyak terdapat di YouTube ia mengatakan bahwa di Maroko tidak ada imsak.

Masyarakat Maroko berhenti makan dan minum ketika terdengar adzan subuh.

Selanjutnya beliau mengatakan bahwa dirinya pernah dua kali Puasa Ramadhan di Maroko dan mengalami pengalaman bahwa tidak terdapat waktu imsak di Maroko.

Menurutnya Imsak hanya ada di Indonesia saja.

Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotaLive.com.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved