Breaking News:

Agen Tiket Bus di Lubuk Linggau Pusing dan Kesal, Dampak Larangan Mudik Omzet Anjlok

Musim mudik tahun lalu omzet penjualan tiket di agen bus miliknya sudah menurun drastis. Dengan larangan mudik tahun ini bertambah susah

ho/sripoku.com
Salah satu penumpang tujan probolinggo menunggu keberangkatan di loket bus ALS Lubuklinggau, Senin (26/4/2021). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Kebijakan pemerintah pusat yang  secara resmi mengeluarkan aturan larangan mudik hari raya Idul Fitri 1442 H, tahun 2021 M berdampak kepada agen penjual tiket angkutan bus.

Para pemilik agen tiket bus di Kota Lubuklinggau mengaku pusing dan kesal dengan adanya larangan beroperasinya moda transportasi darat pada tahun ini.

Dahler, pemilik agen tiket Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) mengaku, selama 30 tahun membuka agen loket,  tahun ini merupakan tahun terparah yang dia rasakan.

"Selama saya jadi agen loket inilah yang terparah, tahun kemarin enggak terlalu parah masih bisa, tapi sekarang sepertinya lebih ketat lagi," ungkap Dahler pada wartawan, Senin (26/4/2021).

Ia mengaku, pada musim mudik tahun lalu omzet penjualan tiket di agen bus miliknya sudah menurun drastis. Kali ini ketika aturan larangan mudik kembali diberlakukan membuatnya bertambah susah.

"Semula memasuki pertengahan Ramadan ini sudah keliatan lonjakan penumpang. Sekarang dapat uang Rp 1 juta saja susah sekali, paling banyak penumpang 2-3 orang itu pun tidak setiap hari," ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini pemilik bus dari Medan sudah mengonfirmasi bus terakhir berangkat dari Medan tanggal 30 April, lalu lewat Lubuklinggau terakhir tanggal 3 Mei mendatang.

Sementara keberangkatan yang dari arah pulau Jawa berangkat tanggal 3 Mei dan akan lewat Kota Lubuklinggau tanggal 5 Mei mendatang.

"Sehabis itu tutup sementara tidak jalan lagi menunggu aturan terbaru, sementara untuk kita loket tetap kita buka, karena kalau tutup kita mau makan apa," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah memberi perhatian dan kelonggaran terhadap pelaku usaha bus. Apalagi saat ini pemerintah sudah memberi kelonggaran sarana test Covid-19.

Halaman
12
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved