Breaking News:

Lapor Mang Sripo

Daerah Mana Saja yang Betul-betul Tergolong Rawan dan Butuh Antisipasi terhadap Karhutla?

Berdasarkan pengalaman sebagai daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagian besar daerah di Sumsel rawan terjadi kebakaran hutan.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Bejoroy
ho/sripoku.com
Ilustrasi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Indralaya Utara, Ogan Ilir pada tahun 2020 lalu. Foto : BPBD Ogan Ilir. 

SRIPOKU.COM - Kepada Yth Gubernur Sumatera Selatan. Berdasarkan pengalaman sebagai daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagian besar daerah di Sumsel rawan terjadi kebakaran hutan.

Yang ingin saya tanyakan, daerah mana saja yang betul-betul tergolong rawan dan butuh antisipasi.

Trima kasih 08966545XXXX

Baca juga: Pimpin Apel LKO Karhutla Dampingi Pangdam II SWJ, Kapolda Sumsel : Kita Jadikan Langit Sumsel Biru

Baca juga: Antisipasi Karhutla 9000 Personel Gabungan Siapsiaga, Tersebar di 10 Kabupaten/Kota Rawan Karhutla

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Jawaban:
Enam Daerah Darurat

Terima kasih atas kepedulian dengan masalah karhutla. Dapat kami jelaskan Badan Penang­gu­langan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat hanya ada enam daerah di Sumsel yang men­ja­di daerah prioritas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2021. Adapun enam daerah tersebut yakni, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, dan Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

Penetapan enam daerah ini berdasarkan hasil evaluasi dan riwayat kebakaran di tahun-tahun se­belumnya yang termasuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan. Kepala BPBD Provinsi Sumsel, Iriansyah, menjelaskan sebelumnya ada 10 daerah rawan Karhutla di Sumsel, termasuk Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.

U­paya pencegahan Karhutla yang dilakukan dengan koordinasi mulai dari tingkat provinsi, kabu­paten dan kota, kecamatan, kelurahan hingga desa. Tahun ini BPBD Sumsel menyiagakan lebih dari 9.000 personel untuk pencegahan dan penanganan karhutla. Para personel terdiri dari keku­atan gabungan dari TNI, Polri, BPBD ditingkat provinsi dan kabupaten, masyarakat peduli api, perkebunan, HTI dan sebagainya. (mg3)

Iriansyah
Kepala BPBD Provinsi Sumsel

ilustrasi
Update 21 April 2021. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved