Breaking News:

Wawancara Tokoh

Di Balik Penggerebekan Kampung Narkoba di Palembang (2-Habis): Bayar Mata-mata Rp 200 Ribu

Saat ada orang mencurigakan si mata-mata ini akan masuk ke dalam lorong dan memberikan informasi kepada bandar atau pengedar.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
TANGKAPAN LAYAR FACEBOOK SRIPOKU
Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti saat wawancara dengan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri dalam program Walk The Talk With Weny. 

TIM gabungan Satresnarkoba Polrestabes Palembang bersama Brimob Polda Sumsel melakukan penggerebekan Kampung Narkoba di kawasan Tangga Buntung Palembang, Minggu (11/4/2021). Dari hasil tangkapan pihak kepolisian turut diamankan para pelaku wanita yang bertugas sebagai mata-mata ketika ada polisi yang akan masuk ke kampung mereka. Seperti apa peranan para mata-mata yang bertugas di Tangga Buntung ini? Simak wawancara ekslusif Sriwijaya Post bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra.

**********************

Selain sejumlah barang bukti dan para pelaku, ada juga para wanita yang ikut diamankan. Seperti apa peran mereka?
Ada enam wanita kita tangkap, empat dewasa dan dua anak-anak. Mereka yang kita tangkap ini ada yang berperan sebagai mata-mata dan ada juga istri pengedar narkoba.

Mata-mata ini bagaimana perannya secara spesifik?
Mata-mata bayarannya Rp 200 ribu, perannya untuk mengelabui ketika petugas kepolisian masuk. Saat ada orang mencurigakan si mata-mata ini akan masuk ke dalam lorong dan memberikan informasi kepada bandar atau pengedar.

Menurut Anda, apa yang membuat peredaran narkoba itu menjadi masif?
Narkoba ini berlarut-larut dan menjadi masif karena sebagian lingkungan menerima. Sementara yang tidak menerima ini tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan. Maka secara otomatis peredarannya akan tumbuh subur.

Dengan tertangkapnya para pelaku narkoba di Tangga Buntung ini, apakah Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang cukup puas?
Kepuasan itukan relatif. Ini bukan masalah puas atau tidak, tetapi bagaimana saya sebagai Kapolda dan juga putra daerah dapat memberantas peredaran narkoba di tanah kelahiran saya sendiri.

Dengan berhasil diungkapnya kampung narkoba ini, apakah dipastikan daerah tersebut aman dari narkoba?
Saya kira belum, tentu kami tidak bisa tiap hari ada di sana. Tentu aparat di sana RT/RW, Babinsa, hingga pemerintah harus bahu-membahu memberantas. Terutama masyarakat daerah itu sendiri yang harus berpikiran bahwa narkoba tidak boleh lagi ada di kawasan tersebut. Kalau masyarakat sudah kebal, maka mereka akan menolak sehingga tak ada lagi peredarannya.

Dari hasil ungkap kasus ini apa PR dari pihak kepolisian?
Polisi tentunya tidak bisa bergerak sendiri. Kami mohon kepada masyarakat RT/RW dan unsur lainnya agar berani memberikan informasi peredaran narkoba, jangan hanya tinggal diam saja.

Apakah masih ada lokasi di Palembang yang jadi peredaran narkoba seperti Tangga Buntung ini?
Saya rasa wilayah peredaran narkoba ini masih banyak diluar bukan hanya di Tangga Buntung. Saya banyak menerima informasi banyak di daerah-daerah tertentu di Palembang yang jadi daerah peredaran narkoba secara masif.

Sebagai putra daerah, apakah Anda yakin peredaran narkoba ini bisa diberantas habis?
Saya yakin, tentunya kita harus ikthiar agar narkoba ini dapat hilang di Sumsel. Tentunya kita bisa bekerja sendiri, butuh bantuan dari berbagai elemen. Kita tentunya akan bangga jika Sumsel akan bebas dari narkoba.

Peredaran narkoba ini cukup masif, Anda menilai faktor apa yang menyebabkannya dengan mudah menyebar di kalangan masyarakat?
Masalah ekonomi jadi permasalahan tak bisa terpisahkan dalam penyalahgunaan narkoba. Bandar itu bisa hidup besar karena lingkungannya mendukung dan pangsa pasarnya ada. Apalagi di narkoba ada istilah paket hemat yang bisa membuat masyarakat dengan uang sedikit bisa membeli narkoba.

Ungkap kasus ini merupakan tangkapan besar, ada tidak komen dari pak Kapolri?
Beliau sangat mengapresiasi pemberantasan narkoba di Palembang ini. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved