Pesawat Batik Air Ditabrak Mobil

Ketika Pesawat Batik Air Ditabrak Mobil Ground Handling, Kebodohan yang tak Perlu Terjadi

Sesuatu yang mustahil tidak bakal terjadi bisa terjadi mes­ki secara llmu dan tehnologi  tidak akan terjadi.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
Istimewa
Di mana Agus Pambagio menyebut bahwa kecelakaan pesawat Batik Air dan mobil ground handling itu sebuah kece¬robohan yang tidak boleh terjadi. 

Ketua Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menyebutkan, pendalaman tersebut terdiri dari dua hal yaitu pertama terkait kerusakan mesin pesawat sebelah kanan.

"Pendalaman kedua yaitu terkait penyebab adanya kegagalan roda sebelah kanan saat melakukan pendaratan," kata Nurcahyo dalam keterangannya, Selasa (23/3/2021).

Video: DKI Sediakan Jalur Khusus Sepeda di Stasiun MRT Jakarta

Nurcahyo juga menjelaskan, pesawat Trigana Air bertipe Boeing 737-400F itu setelah melakukan take off dari Bandara Halim Perdana Kusuma meminta untuk return to base (RTB).

"Pilot meminta untuk kembali ke bandara setelah take off, karena adanya kerusakan mesin sebelah kanan pada pesawat," ujar Nurcahyo.

Sebelum melakukan landing, Nurcahyo mengungkapkan, pesawat memutar atau holding selama 15 menit dan mendarat dengan satu mesin.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

"Kemudian saat pesawat akan melakukan pendaratan, roda pendaratan sebelah kanan mengalami kerusakan. Setelah itu, pesawat pun berhenti dengan ketiga landing gear patah," kata Nurcahyo.

Sementar itu menurut Direktur Operasional Trigana Air Service Benny Sumaryanto mengatakan, menurut data awal yang diterima bahwa pesawat mengalami masalah pada mesin nomor dua dan meminta untuk RTB.

"Setelah lepas landas, pilot meminta untuk RTB karena menemukan adanya kendala pada mesin nomor dua," kata Benny saat dihubungi Tribunnews, Selasa (23/3/2021).

Setelah diizinkan untuk RTB, lanjut Benny, pesawat pun kembali ke bandara dan saat touchdown landing gear mengalami collapse.

"Hingga saat ini, kami belum mengetahui kenapa landing gear ini bisa collapse dan masih menunggu informasi lebih lanjut dari hasil investigasi," kata Benny.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan membuka black box pesawat untuk mengetahui penyebab pesawat mengalami insiden di Bandara Halim Perdanakusuma.

KNKT Diminta Selidiki Alasan Trigana Air Pilih Take Off dari Bandara Halim

Sumber:
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved