Breaking News:

Berita OKI

Larangan Mudik Akan Berdampak Pada Penjualan BBM di Kayuagung OKI, Diprediksi Justru Naik Sedikit

Manager pom bensin 243.06169 Kota Kayuagung, Saudi Alvian menjelaskan dengan adanya larangan mudik tentu berdampak bagi penjualan BBM di Kota Kayuagun

TribunSumsel.com/Nando
Suasana pom bensin 243.06169 yang berada jalan lintas timur (Jalintim) Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sabtu (3/4/2021) sore. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Pemerintah secara resmi mengumumkan pelarangan mudik lebaran sejak tanggal 6-17 Mei 2021.

Seperti tahun lalu, larangan mudik ini diperkirakan bakal berdampak pada berbagai sektor.

Kebijakan untuk larangan mudik pada Ramadhan juga diprediksi membuat konsumsi BBM pada periode mudik Lebaran tahun ini akan lebih rendah.

Baca juga: Meski Ada Larangan Mudik Lebaran, Bandara SMB II Palembang Tetap Perketat Prokes

Baca juga: Soal Larangan Mudik Lebaran 2021, Gubernur Sumsel akan Gelar Rapat dengan OPD Terkait

Manager pom bensin 243.06169 Kota Kayuagung, Saudi Alvian menjelaskan dengan adanya larangan mudik tentu berdampak bagi penjualan BBM di Kota Kayuagung.

"Di saat bulan Suci Ramadhan dan menjelang lebaran biasanya penjualan BBM bisa meningkat hingga lebih 100 persen dari penjualan di hari normal," jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/4/2021) sore.

Namun, masih kata Alvian pada Ramadhan kali ini pihaknya memprediksi konsumsi BBM akan berada di kisaran 35 ton/hari atau hanya naik 20 persen dibandingkan kondisi normal.

"Angka ini diprediksi jauh di bawah konsumsi pada Ramadhan tahun lalu yang mencapai sekitar 50 ton/hari atau dalam hari biasa penjualan berkisar 25 ton," tutur dia.

Baca juga: Ada Larangan Mudik Lebaran 2021 PT KAI Palembang belum Buka Pemesanan Tiket Kereta Api Jarak Jauh

Baca juga: Lebaran Terancam tidak Bertemu Istri dan Anak, Dua Warga Palembang Kecewa Imbauan Larangan Mudik

Diterangkannya, alasan utama penurunan jumlah penjualan disebabkan sebagian besar masyarakat tidak diperkenankan melakukan perjalanan jauh.

"Wajar kalau konsumsi BBM menjadi rendah, karena sebagian besar masyarakat lebih memilih berdiam diri dirumah dan tidak melakukan perjalanan jauh,"

"Tinggal lagi yang jadi pembeli utama kita hanya masyarakat yang tinggal di sekitar Kota Kayuagung," pungkasnya. (Nando/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved