Breaking News:

Langkah Keliru Moeldoko Versi Ray Rakuti, Sebab KLB Demokrat di Sibolangit tidak Disahkan Menkumham

KLB ditolak, Moeldoko harus legowo melepaskan jabatannya di lingkaran istana atau terpaksa diberhentikan oleh Presiden.

tribunnews
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto Kanan : Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly, tidak mengesahkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit dari kubu Moeldoko.

Pengamat politik dari Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, jika ada lima poin ia menyikapi kegagalan itu.

Salah satunya Moeldoko harus legowo melepaskan jabatannya di lingkaran istana atau terpaksa diberhentikan oleh Presiden.

Ada lima tanggapan Ray Rangkuti tidak disahkannya KLB Demokrat oleh pemerintah.

Sopir Angkot Ditikam Saat Cari Penumpang di Bawah Jembatan Ampera, Uang Setoran Kurang Banyak

"Pertama adanya putusan itu menujukkan pemerintah netral dan objektif, dengan ditolaknya pengesahan kepengurusan partai Demokrat hasil KLB.

Itu menunjukkan pemerintah dalam hal ini mencoba bertindak netral dan kelihatan hasilnya sekarang ini," kata Ray, Jumat (2/4/2021).

Kedua, ia menilai sejak dari awal KLB itu dilaksanakan dengan cara terburu-buru oleh pihak Moeldoko.

Menjadikan pengurus Partai Demokrat yang hadir di KLB itu jadi pertanyaan umum, apakah mungkin dalam waktu cepat itu sosialisasi dilaksanakan KLB itu terlaksana, dan faktanya di Menkumham inilah sulit dihadirkan Moeldoko Cs untuk bisa disahkan sebagai syarat.

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

"Saya masih ingat, sebelumnya telah mengatakan KLB ini terburu-buru yang dilakukan pak Moeldoko.

Halaman
123
Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved