Diskusi Politik
Effendi Simbolon: Calon Pilpres 2024 Puan-Moeldoko, Itu Canda; Gerindra Masih Percaya Prabowo
Anggota DPR RI Effendi Simbolon terlibat diskusi politik, tentu saja isu perpecahan partai dan siapa calon Pilpres 2024 menjadi menu utama.
SRIPOKU.COM -- Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon menyebut Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai "bapak naturalisasi".
Sebutan ini diberikan setelah Moeldoko dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lewat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, pada 5 Maret lalu.
Sindiran itu dilontarkan Effendi Simbolon dalam acara diskusi tentang regenerasi kader partai politik, di Jakarta Sabtu (27/03/2021).
Awal munculnya kalimat satire itu, ketika Effendi Simbolon ditanya tentang kebenaran poster dukungan terhadap pasangan Puan Maharani-Moeldoko maju di Pilpres 2024.
Effendi Simbolon pun langsung membantah.
Baca juga: Effendi Simbolon Sindir Moeldoko dan Gibran, Puji Pengalaman Politik Puan Maharani
Baca juga: Prabowo-Puan Maharani Calon Presiden 2024 Didukung PDI-P dan Gerindra, Lawan Ganjar-Sandiaga Uno
”Pastinya, bercanda itu (poster Puan-Moeldoko), karena saya termasuk yang mendukung Puan untuk maju, tapi bukan sama Pak Naturalisasi. Nanti ada saatnya, ada waktunya, tapi nanti,” kata Effendi.
Moeldoko sendiri erat kaitannya dalam KLB Partai Demokrat, dan ia ditetapkan menjadi ketua umum. KLB diinisiasi sejumlah kader pecatan DPP Demokrat pimpinan Ketua Umu Agus Harimurti Yudhoyono.
Padahal Moeldoko tak pernah menjadi kader Partai Demokrat.
Partai Demokrat kubu AHY menyatakan KLB di Deliserdang itu ilegal dan inkonstitusion, lantaran digelar tak sesuai dengan AD/ART.
Effendi Simbolon kemudian menyinggung isu perpecahan Partai Demokrat yang ramai menjadi perbincangan beberapa waktu lalu hingga saat ini.
Baca juga: Kubu Partai Demokrat Moeldoko Minta Kasus Korupsi Hambalang Dibuka Lagi, Bagaimana KPK?
Effendi Simbolon yang saat ini anggota Komisi I DPR RI itu, mengatakan bahwa PDI Perjuangan berbeda dengan Partai Demokrat yang tidak mengenali pendirinya.
Menurutnya, PDI-Perjuangan telah identik dengan figur sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
”Bagi kami di PDIP, bahkan simpatisan yang tidak ber-KTA sekalipun, itu memang identik bahwa PDIP ada perjuangannya. Itu semuanya sepenuhnya betul, bukan hanya yang membidangi tapi memang kromosomnya itu Megawati Soekarnoputri,” kata Effendi.
Dikatakan, PDIPsangat bergantung dengan sosok Megawati. Seluruh kader dari tingkat pusat hingga tingkat ranting pun mengakui jasa-jasa Megawati bagi partai maupun negara.
"Kalau bicara PDI Perjuangan itu Megawati Soekarnoputri. Jadi aliran yang diwarisi apa yang menjadi pakem yang diajarkan Bung Karno. Jadi ada nilai yang memang bagi kami bahkan sudah menjadi pakem kita tidak lagi melihat ada perbedaan PDIP dengan identitas sosok figur tunggal kita," katanya.
Baca juga: Gubernur Anies Baswedan Temui Prabowo Subianto di Kantor Menteri Pertahanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/happy-hapsoro-dan-puan-maharani-f.jpg)