Walikota Solo

Effendi Simbolon Sindir Moeldoko dan Gibran, Puji Pengalaman Politik Puan Maharani

Politisi Effendi Simbolon menyindir tokoh-tokoh nasional padahal baru menjadi kader partai politik. Ia menyebut sebagai politisi instan.

Tayang:
Editor: Sutrisman Dinah
(Instagram @puanmaharaniri)
Postingan Puan Maharani 

SRIPOKU.COM --- Politisi Effendi Simbolon selain menyindir Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, sebagai "Bapak Naturalisasi"; Ia juga mengakui bahwa Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, merupakan kader partai yang cenderung instan.

Setelah menjadi kader partai, kemudian masuk dunia politik dan bisa menjadi kepala daerah. Hal ini berbeda dengan kader lain pada umumnya.

”Dia (Gibran) nyata instan fast growing (mengalami pertumbuhan yang cepat)," kata Effendi dalam diskusi virtual seperti dikutip Tribunnews.com, Sabtu (27/03/2021).

Baca juga: Kubu Partai Demokrat Kubu Moeldoko Laporkan Andi Mallarangeng , Ditolak Polda Metro Jaya

Baca juga: Prabowo-Puan Maharani Calon Presiden 2024 Didukung PDI-P dan Gerindra, Lawan Ganjar-Sandiaga Uno

Gibran merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo, terbilang baru menjadi kader PDIP. Kemudian, terpilih menjadi Walikota Solo setelah memenangi Pilkada Serentak 2020.

Gibran yang didampingi Teguh Prakosa yang juga kader PDIP mengalahkan lawannya Bagyo Wahyono-FX Supardjo yang maju melalui jalur independen.

Effendi Simbolon mengatakan, Gibran tidak melewati step-step yang harusnya dilalui sebelum mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

Sementara pemimpin, kata Effendi, harus melewati berbagai macam perjalanan politik hingga siap jadi pemimpin.

"Pemimpin ini kan harus melalui biji, enggak boleh ada pohon langsung ditanam, dari 514 pemimpin kabupaten/kota ini juga rata-rata di bawah kualitas," katanya.

Baca juga: Kubu Partai Demokrat Moeldoko Minta Kasus Korupsi Hambalang Dibuka Lagi, Bagaimana KPK?

Dikatakan, masuknya Gibran ke dunia politik tidak lepas dari semangat masyarakat yang mengidolakannya. Dengan demikian, jalan politik Gibran bisa mulus hingga menduduki kursi walikota.

"Tapi kan di Indonesia, sebagian orang mengamini itu [Gibran], antara lucu dan tidak lucu itu sering terjadi di negara kita, dan akhirnya dia diidolakan," katanya.

Berbeda halnya dengan Puan Maharani. Effendi mengatakan bahwa Puan Maharani merupakan putri dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, sudah lama meniti karir di politik.

"Mbak Puan itu sudah sangat lama, dari zaman kuliah, tidak ujug-ujug masuk dunia politik praktis, akan berbeda dengan Gibran," kata Gibran.*****

Penulis: tribun network/igm/dod

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved