Breaking News:

Pengelolaan Gambut Lestari Melalui “Water Ballance”

Pengelolaan lahan gambut di Indonesia akhir-akhir ini seringkali mendapatkan sorotan tajam dari berbagai kalangan terutama dari penggiat lingkungan.

Editor: Salman Rasyidin
NET
ilustrasi gambut yang terbakar di Sumsel 

Oleh :Bowo Suratmanto

Praktisi Water Management Di Sumsel

Pengelolaan lahan gambut di Indonesia akhir-akhir ini seringkali mendapatkan sorotan tajam dari berbagai kalangan terutama dari para penggiat lingkungan.

Pengelolaan yang tidak tepat akan menimbulkan dampak-dampak yang merugikan baik untuk kelestarian ekosistem gam­­but itu sendiri maupun dampak secara umum.

Gambut merupakan material organik yang ter­bentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ke­te­balan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada rawa.

Material penyusun gambut dapat digambar secara umum terdiri dari 80% air dan 20% adalah ma­terial organik.

Dari komposisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan tata air (wa­ter management) merupakan kata kunci dalam upaya pemanfaatan lahan gambut.

Water ma­na­gement adalah sebuah sistem untuk mengelola tata air di lahan gambut dengan tetap mem­pertahankan fungsi ekosistem gambut itu sendiri.

Kegiatan pengelolaan lahan gambut dipengaruhi oleh adanya hujan dan pasang surut/ luapan air sungai maupun limpasan air dari daerah tangkapan di atasnya.

Hal tersebut akan ber­pe­nga­­ruh terhadap tinggi dan lama genangan air di lahan gambut dan pada akhirnya akan ber­pe­ngaruh terhadap tingkat kesuburan lahan serta pola budidaya tanaman yang akan diterapkan.

Halaman
1234
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved