Breaking News:

Senyawa Ganja Terbukti Hambat Replikasi Virus Corona

Adapun senyawa kanabinoid lain, setelah diuji, ternyata hanya memiliki efek antivirus yang sangat terbatas atau bahkan nggak memiliki efek antivirus

(Foto Polsek Cisarua)
Ilustrasi - Kapolsek Cisarua Kompol Ikhwan Hariyanto ten gah memeriksa tanaman ganja di Komplek Trinity Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/12/2019). 

SRIPOKU.COM, AS - Sepertinya virus corona ini semakin terkenal saja.

Bukan cuma terkenal tapi juga sangat ditakuti oleh siapa pun. 

Maka itu, banyak pihak berlomba-lomba mencari obat penangkalnya.

Hambat Infeksi Corona

Baru-baru ini, hasil riset dari sekelompok peneliti di Amerika Serikat menunjukkan bahwa senyawa dari tanaman ganja ternyata mampu menghambat infeksi parah virus corona 2 (SARS-CoV-2) terhadap sel paru-paru manusia. 

SARS-CoV-2 adalah virus menjadi akar dari pandemi penyakit coronavirus 2019 (COVID-19).

Peneliti biokimia dari University of Chicago di Illinois Marsha Rosner bersama rekan-rekannya menemukan cannabidiol (CBD) dan metabolitnya, 7-OH-CBD, secara kuat mampu memblokir replikasi atau atau proses memperbanyak diri SARS-CoV-2 di sel epitel paru. 

Melansir News Medical, senyawa dari ganja tersebut mampu menghambat ekspresi gen virus corona dan membalikkan banyak efek virus tersebut pada transkripsi gen inang.

Baca juga: PRIA Ini Miliki Kebun Ganja di Halaman Rumahnya, Tinggi Tanaman Capai 2 CM, Sempat tak Mengaku

Baca juga: Polisi Ajak Pria Ini Transaksi Ganja di Jembatan di Kawasan Danau Ranau.

“Studi ini menyoroti CBD, dan metabolit aktifnya, 7-OH-CBD, sebagai agen pencegahan potensial dan pengobatan terapeutik untuk SARS-CoV-2 pada tahap awal infeksi,” kata Rosner dan tim.

Halaman
1234
Editor: aminuddin
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved