Breaking News:

Lapor Mang Sripo

Pendataan Penjual Minuman Beralkohol

Tolong Pak ditata secara benar para penjual minuman beralkohol. Lewat minuman ini banyak sekali terjadi in­siden kejahatan.

SRIPOKU.COM/ZAINI
Ilustrasi - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Selatan Permana, memeriksa kadar alkohol salah satu minuman yang disimpang pedagang di gundang Ruko, ketika dilakukan razia minuman beralkohol di Jalan May Salim Batubara Sekip Palembang, Kamis (16/4/2015). 

Kepada Yth Pemerintah Sumsel atau pihak lain yang lebih berkompeten.

Tolong Pak ditata secara benar para penjual minuman beralkohol. Lewat minuman ini banyak sekali terjadi in­siden kejahatan.

Terima kasih 0786578xxx

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Jawaban
Sumsel Tetap Beri Pembatasan

Terima kasih atas pertanyaan yang diajukan lewat rubrikasi Lapor Mang Sripo. Pemerintah Provinsi Sumsel tetap membatasai peredaran Miniman Beralkohol (Mikol). Meski Perpres Mikol telah dicabut, namun Pemprov Sumsel tetap memberikan pembatasan dan meng­a­was­i peredarannya di masyarakat.

Pembatasan Mikol di Sumsel telah diatur dalam Perda No 9 Tahun 2011 tentang peng­awas­an, penertiban dan pengendalian peredaran minuman beralkohol. Dalam aturan tersebut mi­kol dibagi menjadi 3 golongan. Golongan A adalah mikol yang mengandung kadar ethanol 0-5 persen. Lalu, Golongan B kandungannya 5-20 persen dan Golongan C kandungannya 20-55 persen.

Dalam aturan itu, minuman dengan kadar diatas 55 persen serta bahan bakunya dalam ben­tuk konsentrat dilarang diproduksi ataupun diperjualbelikan di dalam provinsi Sumsel. Penjual langsung atau pengecer mikol yang mengandung rempah atau jamu dilarang men­jual mikol diatas 5 persen.

Selain itu, mikol juga tidak boleh diperjualbelikan di tempat umum seperti tempat nong­krong, kaki lima, terminal, stasiun, kios kecil, penginapan remaja dan lokasi yang ber­de­katan dengan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan pemukiman.

Penjualan minuman beralkohol hanya boleh di lokasi tertentu seperti hotel bintang 3,4 dan 5. Restoran dengan Tanda Talam Kencana, dan Tanda Talam Selaka serta bar, pub dan klub malam. Untuk terlibat proses penjualan juga, pemilik usaha harus mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB).

Apabila orang atau badan usaha yang melanggar berbagai ketentuan dalam aturan tersebut dapat dikenakan sanksi baik administrasi maupun pidana. Untuk sanksi administrasi berupa pencabutan sementara SIUP-MB dengan terlebih dahulu diberikan peringatan tertulis sebanyak tiga kali berturut-turut dengan tenggang waktu satu bulan. (Oca)

Ahmad Rizali
Kepala Dinas Perdagangan Sumsel

ilustrasi
Update 15 Maret 2021. (https://covid19.go.id/)
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved