Arti Masya Allah dan Subhanallah Ternyata Punya Perbedaan Makna, Hati-hati Jangan Sampai Terbalik!
Kedua ucapan ini ternyata diucapkan kalau sedang melihat maupun mendengar sesuatu yang baik atau tidak baik.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
Namun justru Rasulullah memilih penggunaan lafal subhanallah saat menyaksikan sesuatu yang tidak semestinya.
Itulah mengapa Subhanallah yang berati Maha suci Allah, seharusnya diucapkan ketika melihat atau mendengar keburukan atau hal tidak baik.
Sehingga Subhanallah merupakan ungkapan jika melihat hal yang berkaitan dengan kejahatan, keburukan dan kemaksiatan.
Hal ini tercantum dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 116.
Baca juga: Arti Amar Makruf Nahi Mungkar Kerap Dijadikan Nasehat, Betapa Kerasnya Ancaman jika Tak Saling Ingat

Baca juga: Arti Barakallah dan Tabarakallah Ternyata Punya Perbedaan Makna, Beginilah Cara Menjawab Ucapannya
Sedangkan dalam bahasa aslinya, ungkapan itu terdiri atas tiga kata, yaitu mâ (bisa berarti ‘apa’ atau ‘sesuatu’), syâ’a (menghendaki), dan Allâh (Allah).
Kalimat yang terbentuk dari tiga kata itu mengandung arti ‘sesuatu terjadi karena kehendak Allah’, ‘segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak Allah’.
Ungkapan ini diucapkan ketika terjadi sesuatu yang menggembirakan atau menakjubkan dalam konteks positif.
Seperti halnya “masya Allah” ungkapan “subhanallah” juga kita serap dari bahasa Arab seiring dengan masuknya agama Islam ke Nusantara.
Dalam bahasa aslinya, kalimat itu terdiri atas dua kata, yaitu subhâna dan Allâh.
Kata subhâna berakar dari kata sabaha-yasbahu yang artinya ‘menjauh’.
Kata “berenang” dalam bahasa Arab diungkapkan dengan sabaha-yasbahu, karena orang yang sedang berenang itu sedang menjauh dari satu titik ke titik lain (dari satu tepi ke tepi yang lain, dari tepi ke tengah, dari tengah ke tepi, dan seterusnya).
Makna itu kemudian berkembang menjadi “suci”. Sesuatu yang suci tentu saja jauh dari sesuatu yang kotor, yang najis, yang tidak suci.
Bulan Ramadan sering disebut sebagai bulan suci, antara lain karena pada bulan itu kita diperintahkan untuk menjauhkan diri dari nafsu syahwat bahkan yang sebelumnya boleh sekalipun.
Kata kerja sabbaha (yang juga berasal dari kata sabaha) berarti ‘menyucikan’. Ber-tasbîh adalah kegiatan menyucikan Allah dengan ucapan “subhanallah”.
Dari situ, kalimat “subhanallah” itu pada hakikatnya mengandung arti bahwa Allah jauh dari kemungkinan-kemungkinan buruk atau negatif yang mungkin terlintas di benak kita.
Baca juga: Arti Khoirun Naasi Ahsanuhum Khulukon Wa Anfaahum Linnaas, Ini Manusia yang Paling Dicintai Allah