Gadis Cacat Dirudapaksa Dua Pria Secara Bergantian, Lalu Ditinggalkan Begitu Saja di Lokasi Kejadian
Aksi tidak terpuji itu dilakukan oleh dua pemuda di tempat wisata Pantai Lekoena, Dusun Nuamuzi Desa Warupale 1, Kec. Inerie, Kab. Ngada, Rabu (10/3)
Kapolsek Aimere Ipda Elias Ballo, SH mengatakan, sebelum kejadian, korban bersama masyarakat yang ada di sekitar lokasi, menghadiri acara syukuran pelepasan perahu baru di pantai Wisata Lekoena.
Karena korban merasa ingin membuang air kecil, pada saat itu korban berpamitan dengan sorang saksi bernama Yasinta Paga.
Namun pada saat itu, Yasinta Paga meminta seseorang yang bernama Geril untuk mengantar korban ke WC umum yang ada di tempat kejadian.
Seorang yang bernama Geril lalu kembali, karena menunggu korban terlalu lama.
Ternyata korban sudah ditangkap oleh kedua pelaku.
"Terus mereka bawa ke belakang WC umum.
Di situ mereka lakukan rudapaksa secara bergantian," ungkapnya.
Elias mengatakan, setelah lama menunggu seorang bernama Geril ke tempat kegiatan dan melaporkan kepada Yasinta Paga karena korban tidak berada di tempat WC.
"Terus mereka mencari korban.
Disana mereka menemukan korban di belakang WC, terus korban cerita bahwa dia sudah dirudapaksa oleh dua orang," ungkapnya.
Baca juga: NOTARIS Kebelet, Incar Calon Karyawati Muda: Dirudapaksa dengan Tangan Terborgol
Baca juga: Teriakan Minta Tolong Tertutupi Suara Musik, Siswi Ini Jadi Korban Rudapaksa di Rumah Sang Pacar
Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul "Gadis Bisu dan Tuli di Ngada Cerita Kasus Pemerkosaan Menimpa Dirinya, Gunakan Bahasa Isyarat ?"