Pembunuhan Berantai
Pembunuhan Berantai Sadis,2 Wanita Muda Tewas, Korban Dikencani Dulu, Dibunuh Dan Dirampok
Sebutan apa yang paling cocok disandangkan terhadap pelaku pembunuhan secara berantai yang sebelumnya diiming-imingi duit
SRIPOKU.COM—Sebutan apa yang paling cocok disandangkan terhadap pelaku pembunuhan secara berantai yang sebelumnya diiming-imingi duit, dikencani dibunuh dan hartanya disikat.
Dan yang paling sadisnya, dalam seminggu, korbannya dua wanita muda dirayu lewat media social.
Dan lansiran WARTAKOTALIVE.COM, malah mengistilahkan “Gawat” karena, pelaku pembunuhan berantai di Bogor diduga menikmati aksi kejinya.
Padahal dalam dua minggu dua wanita muda telah menjadi korbannya.
Yakni diiming-imingi uang, dikencani, dibunuh, lalu diambil hartanya.
Polres Bogor bersama Polresta Kota Bogor berhasil mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di dua tempat yakni di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor atau tepatnya kawasan Puncak, Jawa Barat.
Kasus pembunuhan ini dilatari perampokan barang-barang korban yang juga merupakan teman kencannya.
"Korban EL (23) ini dibuang, jadi keterangan dari tersangka ini, dia membunuh dengan cara korbannya dicekik kemudian dimasukkan ke dalam tas," kata Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro.
Kasus ini dalam penyidikan di area kebun kosong di Gunung Geulis, Kampung Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Susatyo mengatakan, tersangka berinisial MRI (21) membunuh dengan cara mencekik teman kencannya.
Dua korban yang tak lain adalah DS (18) dan EL (23) sebelumnya ditemukan tak bernyawa di dua tempat tersebut. Keduanya merupakan korban yang diajak kencan lewat media sosial oleh MRI.
"Ini termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuh berantai, tidak hanya sekitar 2 minggu melakukannya tapi TSK kembali melakukannya dan ada kecenderungan untuk menikmati dengan meninggalnya dua korban tersebut," ungkap Susatyo sembari menginterogasi tersangka MRI di lokasi, Kamis (11/3/2021).
Susatyo kembali menyampaikan bahwa MRI membunuh dengan modus memancing korban yang sekaligus merupakan teman kencannya itu ke sebuah hotel dengan iming-iming uang.
Adapun alat yang digunakannya untuk mengakhiri dan membuang nyawa korbannya yaitu menggunakan tas ransel.
Tersangka MRI mengeksekusi dengan tangannya sendiri lalu memasukannya ke dalam tas gunung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/buhuh-sadis1.jpg)