Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Varian Baru B117 Cepat Menular, Ahli Epidemiologi: Tingkatkan Kewaspadaan

Mutasi Corona B117 telah terdeteksi di Sumsel sejak Desember 2020. Dari temuan tersebut, dilaporkan ada satu sampel

GRAFIS: SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Update Virus Corona di Sumsel 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Mutasi Corona B117 telah terdeteksi di Sumsel sejak Desember 2020. Dari temuan tersebut, dilaporkan ada satu sampel yang dinyatakan sebagai mutasi baru.

Varian baru Virus Corona B117 yang terdeteksi masuk di Sumsel sejak Desember 2020, dilaporkan penemuan satu sampel, membuat sebanyak 30 anggota keluarga dan rekan kerja sampel B117 juga ikut diperiksa.

Sebelumnya, Ahli Mikrobiologi Sumsel sekaligus Direktur RS Pusri, Prof Dr dr Yuwono M Biomed menyebutkan bahwa varian tersebut memang sudah masuk sejak lama, namun tidak memiliki gejala yang lebih berat dibandingkan varian yang sudah ada.

"Itu hal biasa, jangan takut berlebihan, tapi juga jangan mengabaikan segala sesuatunya," ujarnya.

Ahli Epidemiologi dan Dosen FKM Unsri Sumsel, Dr. Iche Andriyani mengatakan varian baru B117 tersebut memang lebih cepat menular, namun tingkat keparahannya belum banyak kasus yang dilaporkan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap melindungi diri dengan kewaspadaan meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

Dia mengingatkan bagi masyarakat yang berada di tengah masyarakat yang tidak bisa menjaga jarak, mulai sekarang biasakan pakai face shield.

"Kalau biasanya pakai masker kain, sekarang lebih baik pakai masker bedah kemudian lapisi dengan masker kain," ujarnya, Kamis (11/3/2021).

Tidak hanya itu, bagi masyarakat yang sudah mendapatkan jadwal giliran vaksinasi untuk segera melakukan, terutama bagi masyarakat yang masuk dalam 11 prioritas penerima vaksin.

"Harus diingat, kontribusi seseorang atau setiap individu untuk patuh dengan protokol Kesehatan dan melakukan vaksinasi akan bermanfaat bagi nyawa banyak orang," ujarnya.

Terutama kaum muda yang merasa sehat dan tidak mempunyai komorbid, kebanyakan memiliki kewaspadaan yang rendah daripada orang yang berisiko.

"Padahal anak muda juga bisa menjadi pembawa yang menularkan kepada kelompok berisiko, jadi lebih baik bersama-sama perangi pandemi ini," ujarnya.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved