Pembangunan Tol Indraprabu Sudah Mencapai 29,5 Persen, Proses Pembebasan Lahan Masih belum Selesai

“Tol ini dibagi enam zona pengerjaan. Total progres pengerjaan mencapai 29,5 persen,” ujar Project Director Jalan Tol Indralaya-Prabumulih.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Foto udara tol Indralaya - Prabumulih (Indraprabu). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ruas tol Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) sepanjang 65 kilometer ditargetkan selesai pada medio 2021.

Proyek pembangunan ruas tol Indraprabu ini telah dikerjakan sejak 3 Juli 2020 lalu.

Jalan bebas hambatan yang menghubungkan Indralaya hingga ke Prabumulih itu nantinya tersambung dengan tol Palembang- Indralaya dan tol Prabumulih-Muaraenim.

“Tol ini dibagi enam zona pengerjaan. Total progres pengerjaan mencapai 29,5 persen,” ujar Project Director Jalan Tol Indralaya-Prabumulih, Hasan Turcahyo, Senin (8/3/2021).

Ramalan Zodiak Karier Besok, Selasa 9 Maret 2021: Cancer Harus Punya Tujuan Realistis, Aries Fokus

Dia menjelaskan, untuk zona satu progresnya mencapai 74,04 persen, zona dua mencapai 31,62 persen, zona tiga mencapai 11,57 persen, zona empat mencapai 5,54 persen, zona lima mencapai 0,07 persen, dan zona enam mencapai 2,22 persen.

“Semuanya masih dalam proses pembebasan tanah. Setelah proses pembebasan lahan selesai, tentu kita langsung kejar proses pembangunan.

Kita yakin dan optimis target selesai di pertengahan 2022 bisa tercapai,” jelasnya.

Proyek ruas tol Indraprabu ini memiliki nilai kontrak mencapai Rp6,67 triliun. Tol ini hanya memiliki satu rest area ,yakni di Desa Payaraman, Ogan Ilir.

Menurut Hasan, proses pembebasan lahan di sekitar pembangunan tol tak menghadapi masalah berarti karena masyarakat di Sumsel cukup antusias dan mendukung proyek pengerjaan tol ini.

Masyarakat yang tanahnya terkena pembangunan tol menerima ganti untung dengan ikhlas sehingga mempermudah dalam proses pembangunan tol ini sendiri.

TAK Banyak yang Tahu, MOELDOKO KEcil Buruh Angkut Pasir: Kini Moncer Otak-atik Demokrat

“Tidak ada masalah selama pembebasan lahan, semua masyarakat lahannya terkena pembangunan tol sudah diproses,” ujarnya.

Berdasarkan catatan PT Hutama Karya, untuk pembangunan tol ini sekitar 45,23 kilometer lahan siap kontruksi, sedangkan 12,88 kilometer lahan masih dalam proses validasi, lalu 11,7 lahan inventarisasi dan 4,115 kilometer lahan dalam proses konsinyasi. Izin proyek termasuk Amdal ini pun telah rampung.

Hasan menerangkan, untuk pembangunan jalan tol dilakukan dengan kontruksi pile slab dan kontruksi timbunan biasa.

Ini berbeda dengan tol lain di Sumsel yang menggunakan sistem vakum, Hutama Karya memilih pengerjaan tol dengan pile slab atau tiang pancang di atas lahan rawa.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved