Putra Mahkota Diduga Bunuh Jurnalis, Rakyat Kena Getahnya, 76 Warga Arab Saudi Dilarang Masuk ke AS
Dalam laporan itu lembaga tersebut tampaknya berperan dalam membeli pesawat mengangkut para pembunuh Khashoggi ke Turki, tempat pembunuhan itu terjadi
Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:
Dana Investasi Publik memiliki aset lebih dari 360 miliar dollar AS (Rp 5,1 kuadriliun).
Jumlah fantastis itu menempatkannya sebagai lembaga pengelola investasi terbesar kedelapan di dunia, berdasarkan total aset.
"Dana Investasi Publik Saudi, yang hampir berumur lima dekade, sangat besar dan menjamin stabilitas keuangan jangka panjang untuk Kerajaan.
Tapi itu juga bisa menjadi sasaran penggelapan, salah urus, dan korupsi," terang Rubin.
Baca juga: Jurnalis Sriwijaya Post Dapat Penghargaan Wartawan Terbaik Versi KPU Musirawas, Dianggap Terdepan
Pada 2018, NBC News mengetahui CIA menyimpulkan, adanya keterlibatan MBS yang memerintahkan regu pembunuh membujuk Khashoggi ke konsulat Saudi di Istanbul, membunuhnya, dan memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian.
Kepada CNBC, Rubin mengatakan MBS sebagai pewaris mahkota Kerajaan Arab Saudi dengan ini juga akan riskan posisinya.
Kritikus politik dalam negerinya akan melihat Dana Investasi Publik negaranya terpapar terhadap potensi sanksi.
Mereka juga bisa menyorot kasus ini sebagai tanda lain dari kecerobohan dan kesediaan MBS untuk mempertaruhkan aset Saudi.
Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Bahkan menempatkan negara itu dalam persilangan internasional demi agenda pribadinya.
"Sektor swasta internasional, yang pada awalnya menjauhi Arab Saudi setelah pembunuhan Khashoggi, juga akan melihat ini sebagai kemunduran lain dalam “komunikasi publik” perusahaannya jika melanjutkan kerja sama dengan Saudi," kata Rubin.
Baca juga: Cerita Jurnalis Palembang Pernah Terpapar Covid-19, Jati: Kurangi Makan Bareng dan Nongkrong di Cafe
Penggunaan dana dari SWF Arab Saudi juga bisa disorot dan bisa membuka dorongan untuk peningkatan pengawasan, tuntutan hukum, dan tindakan legislatif, terhadap aktivitas SWF Saudi.
Tuntutan itu bisa muncul baik dari aktor luar negeri yang menyimpan dananya di lembaga tersebut maupun dari aktor di dalam Saudi sendiri.
Namun kepada CNBC dalam program "The News with Shepard Smith", pengamat senior dari Brookings Institute Michael O'Hanlon menilai Presiden AS Joe Biden tidak akan menjadikan Arab Saudi "paria".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mbs1jpg.jpg)