Putra Mahkota Diduga Bunuh Jurnalis, Rakyat Kena Getahnya, 76 Warga Arab Saudi Dilarang Masuk ke AS 

Dalam laporan itu lembaga tersebut tampaknya berperan dalam membeli pesawat mengangkut para pembunuh Khashoggi ke Turki, tempat pembunuhan itu terjadi

Editor: aminuddin
internet
Putra mahkoa Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) 

SRIPOKU.COM, ARAB SAUDI - Ini benar-benar terjadi.

Fakta. 

Karena kasus pembunuhan semua kena getahnya.

Dampak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang melibatkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) benar-benar luar biasa. 

Akan berpengaruh pada kelangsungan kerajaan secara keseluruhan.

Mantan diplomat terkemuka dalam pemerintahan Obama menilai kasus ini mungkin telah membuat Lembaga Pengelola Investasi (SWF) dari kerajaan tersebut rentan terhadap sejumlah konsekuensi.

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (26/2/2021) merilis laporan intelijen yang sebelumnya digolongkan sebagai informasi rahasia oleh pemerintahan Donald Trump.

Laporan itu menilai Mohammed bin Salman (MBS) dari Arab Saudi menyetujui rencana untuk membunuh Khashoggi pada 2018.

SWF milik Arab Saudi, yang dikenal sebagai Dana Investasi Publik, diketuai oleh MBS.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

Dalam laporan itu lembaga tersebut tampaknya berperan dalam membeli pesawat yang mengangkut para pembunuh Khashoggi ke Turki, tempat pembunuhan itu terjadi.

"Jika ini (SWF) masalahnya, itu bisa menjadi target sanksi hak asasi manusia AS.

Itu bisa, pada gilirannya, bisa menciptakan gempa bumi secara ekonomi," menurut Joel Rubin, mantan wakil asisten menteri luar negeri melansir CNBC pada Jumat (26/2/2021).

Menurutnya, jika AS memutuskan pembunuhan Khashoggi sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terencana, maka para pelaku dan pendukung pembunuhan itu dapat dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Magnitsky.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved