Breaking News:

Berita OKU Selatan

Kaget Digrebek Polisi, Bandar dan Pengedar Narkoba di OKU Selatan Ini Buang Sabu di Semak-semak

Akibatnya, kedua tersangka akan dijerat dengan Undang - Undang tentang penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman kurungan minimal 5  tahun penjara

Sripoku.com/Alan Nopriansyah
Tersangka narkoba yang diringkus kepolisian dari unit reserse Narkoba Polres OKU Selatan, Jumat (26/2/20201). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Lakukan transaksi Narkoba jenis sabu terduga pengedar DE ( 26) dan seorang bandar HY (28) diringkus kepolisian dari unit reserse Narkoba Polres OKU Selatan.

Keduanya tak berkutik saat digrebek petugas, meskipun sempat membuang BB disemak-semak di lokasi yang berada di jalan setapak menuju perkebunan di Desa Pelangki Kecamatan Muaradua, namun diketahui petugas.

"Keduanya merupakan bandar dan pengedar ditangkap saat melintasi jalan setapak. Tersangka sempat membuang barang bukti sabu ke semak ketika dilakukan penyergapan oleh anggota kita," kata Iptu Hendri SH, Kasat Narkoba Polres OKU Selatan, Kamis (25/02/2021) .

Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnanin Harahap SIK melalui Kasatres Narkoba Iptu Hendri SH, saat menggerebek kedua tersangka pihaknya mendapatkan barang bukti diduga narkoba jenis sabu seberat 8,89 gram.

"Setelah digeledah barang bukti yang sudah di bukus klip plastik bening  seberat 8,89 gram itu kita dapatkan."ungkapnya.

Penangkapan kedua tersangka, ungkap Hendri bermula dari hasil penyelidikan anggota atas laporan yang diterima perihal keduanya hendak melakukan transaksi beberapa saat sebelum penggerebekan. 

"Iya kita dapatkan laporan jika dua orang dengan ciri yang dimaksud akan melakukan transaksi narkoba. Kemudian anggota melakukan penyelidikan dan mendapati ciri keduanya," kata Hendri.

Tak hanya itu, selain mengamankan TSK dan BB Sabu diamankan sebungkus kotak rokok merek Gudang Garam warna coklat dan satu unit Handphone merek Samsung.

Bahkan, untuk mengembangkan kemungkinan tersangka lain petugas melakukan pengembangan dari kasus tersebut guna mengukap sindikat jaringan peredaran Narkoba di wilayah hukum polres setempat. 

"Keduanya tersangka telah ditangkap dan akan dilakukan penyelidikan juga penyidikan  lebih lanjut guna mengungkap jaringan narkoba di wilayah hukum polres ini," katanya.

Akibatnya, kedua tersangka akan dijerat dengan Undang - Undang tentang penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman kurungan minimal 5  tahun penjara.

"Iya paling ringan 5 tahun dan maksimal 20 tahun," pungkasnya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved