Breaking News:

PLN Sebut Pemkab Ogan Ilir Menunggak Tagihan Listrik Hingga Rp2,5 Miliar: Satu-satunya di 3 Provinsi

"Ogan Ilir satu-satunya kabupaten di wilayah S2JB yang belum melunasi tarif listrik. Dari tiga provinsi itu, di sini yang belum lunas," jelas Rinaldo.

Instagram Iklim Cahya
Suasana di Tanjung Senai gelap akibat jalan penerangan umum diputus PLN karena Pemkab menunggak bayar listrik Rp 2,5 miliar 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Indralaya menyayangkan sikap Pemkab Ogan Ilir yang belum juga melunasi tagihan listrik yang jumlahnya mencapai Rp 2,5 miliar.

Manajer PLN UP3 Indralaya, Rinaldo Sitorus mengungkapkan, Pemkab Ogan Ilir menunggak tagihan listrik dalam beberapa bulan terakhir.

"Tunggakan sebesar hampir Rp 2,5 miliar itu rinciannya penerangan jalan umum (PJU) sebesar Rp 2 miliar yang belum dibayar sejak November tahun lalu," kata Rinaldo kepada wartawan di Indralaya, Selasa (23/2/2021).

"Sementara untuk tarif listrik umum di wilayah Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Pemkab Ogan Ilir di Tanjung Senai sebesar Rp 450 juta yang belum dibayar sejak Januari lalu," jelasnya.

Baca juga: Harapan Bupati Ogan Ilir Terpilih Panca Wijaya Akbar di Momen Ulang Tahun Sang Istri

Baca juga: PAMAN PLH Bupati Ogan Ilir Meninggal Dunia, Aufa : H Oemar Boerniat Saya Anggap Sebagai Ayah Kandung

Sebelumnya, PLN UP3 Indralaya telah memutus aliran listrik PJU di sejumlah titik di Indralaya karena Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) selaku penanggung jawab, tak kunjung melunasi tagihan listrik selama empat bulan sejak November tahun lalu.

"Sesuai prosedur, jika ada tunggakan di bulan pertama, maka ada pemutusan alat pengukur dan pembatas berupa kWH. Di bulan kedua jika nunggak lagi, maka kWH dan pemutusan aliran listrik untuk sementara," terang Rinaldo.

Suasana di Tanjung Senai gelap akibat jalan penerangan umum diputus PLN karena Pemkab menunggak bayar listrik Rp 2,5 miliar
Suasana di Tanjung Senai gelap akibat jalan penerangan umum diputus PLN karena Pemkab menunggak bayar listrik Rp 2,5 miliar (Instagram Iklim Cahya)

Rinaldo menyebut, berdasarkan data dari Unit Induk PLN Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (S2JB), Ogan Ilir merupakan satu-satunya kabupaten di tiga wilayah provinsi tersebut yang belum melunasi tagihan listrik hingga saat ini.

Baca juga: Aufa Syahrizal Dilantik Gubernur Sumsel H Herman Deru sebagai Plh Bupati Ogan Ilir

Baca juga: Izin Buang Air Kecil Ternyata Mau Kabur, Siasat Pencuri Kosan di Ogan Ilir saat Ditangkap

"Ogan Ilir satu-satunya kabupaten di wilayah S2JB yang belum melunasi tarif listrik. Dari tiga provinsi itu, di sini yang belum lunas," jelas Rinaldo.

Lebih lanjut, pria berkacamata ini menjelaskan, batas waktu pembayaran tarif listrik yakni tanggal 20 setiap bulannya.

Manajer PLN UP3 Indralaya
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Indralaya, Rinaldo Sitorus.

"Lewat dari tanggal 20, maka itu sudah nunggak," terang Rinaldo.

Tagihan listrik dari PLN selalu dikirim ke Pemkab Ogan Ilir setiap awal bulan atau pekan pertama.

Sejak empat bulan lalu telah tujuh kali surat dikirim kepada Pemkab Ogan Ilir agar melunasi tarif listrik yang jumlahnya miliaran rupiah tersebut.

Baca juga: Wisata Religi di Ogan Ilir, tak Ada Salahnya Mampir ke Masjid An-Nur, Begini Suasananya

Baca juga: Nasib Pelakor yang Selingkuhi PNS di Ogan Ilir Dipecat, Oknum ASN Diperiksa BKD

Manajemen PLN UP3 Indralaya rencananya dalam waktu dekat akan menemui Pelaksana Harian (PLH) Bupati Ogan Ilir, Aufa Syahrizal dan Penjabat Sekda, Muhsin Abdullah MT untuk membahas persoalan ini.

"Kami ingin menyampaikan, kiranya pemerintah khususnya perangkat daerah harus melunasi tagihan listrik dan tepat waktu. Jika tidak, mohon maaf, kami terpaksa mencabut aliran listrik di komplek pemerintah Ogan Ilir," kata Rinaldo.

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved