Berita Palembang
Masih Banyak Warga Palembang BAB Sembarangan, 'Itu di Ilir Timur I, Mayoritas di Pinggiran Sungai'
Ada juga yang rumahnya sewa, mereka ada WC tapi tidak ada septic tank. Jadi buang air besar langsung buang ke sungai.
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dengan pesatnya pembangunan di Kota Palembang, sayangnya Kota Palembang masih belum bisa terbebas dari permasalahan sanitasi.
Masih ada warga yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan.
Asisten I Pemerintahan Pemkot Palembang Faizal AR menyebutkan, Pemkot Palembang masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum Palembang Emas 2023.
Baca juga: Tidak Hanya Pasar 16 Ilir, Ternyata Pedagang di 3 Pasar Palembang Ini Banyak yang Bangkrut
Sebab, dari 18 Kecamatan di Palembang masih ada kecamatan yang sanitasinya buruk.
"Itu di Ilir Timur I, mayoritas di pinggiran aliran sungai. Ada juga yang rumahnya sewa, mereka ada WC tapi tidak ada septic tank. Jadi langsung buang ke sungai.
Walaupun kita di tengah kota, tapi laporan pak lurahnya masih ada, secepatnya kita kejar perbaikan sanitasi," jelasnya, Selasa (23/2/2021)
Dikatakan Faisal, untuk mengatasi permasalahan ini juga perlu peran serta masyarakat.
Kesadaran masyarakat untuk memiliki jamban dan sanitasi yang baik akan berdampak pada kesehatan dan lingkungan.
Baca juga: Penyebab Ratusan Pedagang di Pasar 16 Ilir Palembang Bangkrut, Pengamat Ungkap 2 Faktor
"Kita sedang mengejar predikat Kota Sehat, saat ini kita sosialisasikan melalui lurah dan camat agar persoalan ini bisa selesai sebelum penilaian nanti dimulai," katanya.
Selain itu, Pemkot juga bersinergi dengan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk perbaikan sanitasi.
"Ada juga beberapa tempat yang sudah pembangunan Jamban/MCK dari program PUPR dan DAK, kita percepat kejar, syukur-syukur akhir 2021 sudah bisa semua," jelasnya.
Sementara itu, PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah Mkes mengatakan, masyarakat diharapkan saat BAB tidak langsung ke lingkungan, karena ini mengancam kesehatan masyarakat sendiri.
Untuk Kota Palembang, baru 34 persen hasil verifikasi yang menunjukkan kelurahan yang memiliki sanitasi baik dan tidak lagi BAB Sembarangan.
Sementara ada 24 Kelurahan yang disebutkan sudah 100 persen bebas BAB namun belum ada hasil verifikasi.
"Karena masih ada kelurahan yang belum bebas BAB sembarangan inilah yang perlu percepatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/plt-kepala-dinas-kesehatan-kota-palembang-dr-fauziah-mkes.jpg)