Berita Pagaralam
GUNUNG Dempo Pagaralam Ternyata Sangat Kotor, 3 Hari Bersih-bersih Relawan Kumpulkan 12 Ton Sampah
Sampah tersebut diduga dihasilkan dari para pengunjung dan pendaki yang mengunjungi kawasan Dempo selama ini.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Welly Hadinata
Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan
SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Berdasarkan data yang didapat dari Balai Regestrasi Gunung Dempo (Brigade) selama kegiatan Aksi bersih-bersih kawasan Gunung Dempo yang dilakukan oleh ratusan Organisasi Pecinta Alam (OPA) se Sumsel yang tergabung dalam Aliansi Peduli Dempo.
Terkumpul sekitar 12 ton lebih sampah selama aksi tersebut.
Sampah tersebut didapat dari jalur pendakian sampai ke kawasan puncak Dempo.
Puluhan ton sampah tersebut berhasil dikumpulkan oleh 200 lebih relawaan yang ikut dalam aksi tersebut.
Setelah berhasil dikumpulkan selama 3 hari sampah tersebut kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Simpang Padang Karet.
Sampah tersebut diduga dihasilkan dari para pengunjung dan pendaki yang mengunjungi kawasan Dempo selama ini.
Ketua Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) Kota Pagaralam, Arindi mengatakan, ada puluhan ton sampah yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan yang dilaksanakan 3 hari mulai 19 hingga 21 Februari 2021
kemarin.
"Dalam kegiatan bersih-bersih dempo ini kita berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 2 truk mobil sampah atau sekitar 12 ton sampah," ujarnya.
Sampah tersebut merupakan sampah yang dikumpulkan dari beberapa titik kawasan operasi seperti di kawasan kampung IV, areal camping, bahkan dari Pintu Rimba sampai puncak Dempo.
"Jika dilihat dari jenis sampahnya inu banyak sampah lama dari para pengunjung dan pendaki Gunung Dempo selama ini," katanya.
Jumlah sampah yang sudah dikumpulkan mulai dari sebelum kegiatan bersih-bersih dempo diperkirakan sekitar 20 ton lebih.
Hal ini menandakan kesadaran pengunjung bahkan para oknum yang mengaku pecinta alam masih kurang.
"Sampah ini bukti bahwa masih banyak yang kurang peduli dengan lingkungan terutama dikawasan Dempo. Meskipun banyak yang datang dan naik puncak dempo mengaku sebagai pecinta alam," tegas Arindi.
Pihan Brigade berharap kedepannya tidak ada lagi sampah-sampah yang harus dibersihkan seiring dengan peraturan yang dibuat agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan.