Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Setelah Sinovac,  Rabu Lusa Sumsel Bakal Terima 18.270 Vial Vaksin Biofarma 

Setelah kedatangan vaksin sinovac, Provinsi Sumatera  Selatan bakal kembali menerima vaksin buatan Biofarma Bandung pada,  Rabu (23/2/2021).

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Gubernur Sumsel Herman Deru saat disuntik vaksin Sinovac dosis kedua di Puskesmas Multi Wahana Sako, Palembang, Kamis (28/1/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah kedatangan vaksin sinovac, Provinsi Sumatera  Selatan bakal kembali menerima vaksin buatan Biofarma Bandung pada,  Rabu (23/2/2021).

Pada pengiriman termin pertama tersebut,  Bumi Sriwijaya akan menerima sebanyak 18.270 vial vaksin. 

"Rencana vaksin biofarma yang akan kita terima dikirim besok sore, mudah-mudahan Rabu pagi sudah datang ke Palembang, " ujar Kasi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri,  Senin (21/3/2021).

Dijelaskannya, untuk vaksin biofarma yang akan dikirimkan ke Sumsel merupakan multidoses, dimana satu vial bisa digunakan banyak orang.

Satu vial vaksin biofarma ini bisa digunakan untuk 10 dosis atau per orang.

Vaksin yang di distribusikan ini direncanakan akan di suntikan kepada tenaga kesehatan, lansia serta para pelayan publik. 

"Bahan baku kedua vaksin ini sama, semuanya dari Cina. Tetapi kalau Biofarma diolah di sini. Untuk vaksin Sinovac total Sumsel sudah menerima 100.200 vial," terangnya. 

Yusri menambahkan,  dari total sasaran Tenaga Kesehatan (Nakes) 55.537 di Sumsel yang menjadi sasaran vaksinasi,  sebanyak  7.319 nakes di Bumi Sriwijaya batal divaksin Covid-19 pada tahap pertama hingga 3 Februari 2021.

Para tenaga kesehatan yang batal divaksin tersebut lantaran  tidak memenuhi persyaratan kesehatan seperti memiliki penyakit peserta, hamil sedang menyusui dan beberapa alasannya lainnya yang dapat berisiko tinggi terhadap kesehatan si penerima vaksin. 

Dinkes Sumsel mencatat dari tenaga kesehatan yang bersedia divaksin di Sumsel berjumlah 48.711 orang. Sedangkan yang telah diberikan vaksin baru 16.776 orang. Selain itu, terdapat ada 2.353 tenaga kesehatan lain yang ditunda untuk penyuntikan vaksin Covid-19.

"Sasaran vaksin tahap dua ditujukan kepada layanan publik dan lansia jadwalnya mulai awal maret 2021. Untuk rinciannya rencana verifikasi data dari pusat oleh instansi masing-masing," ungkap Yusri. (Oca) 

Baca juga: Canda Berujung Petaka, Peloroti Celana Teman di Acara Hajatan, Darsan Meregang Nyawa 

Baca juga: Tak Kuat Menahan Malu Celana Dipeloroti, Junaidi Nekat Habisi Nyawa Teman, Pelaku Serahkan Diri

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved