Breaking News:

Proses Ganti Rugi Mundur, Pembayaran Pembebasan Lahan Exit Tol PPKA Dipertanyakan Warga

warga mempertanyakan proses pembebasan lahan exit tol Pematang Panggang – Kayuagung (PPKA)yang molor dari tanggal yang disepakati

ho/sripoku.com
Proses pengaspalan jalan penambahan Exit Tol, di Desa Desa Mukti Sari (Bambu Kuning-red) Kecamatan Lempuing Jaya, Jum'at (19/2/2021). 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Proses pembebasan dan ganti rugi lahan  pembangunan exit tol tambahan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pematang Panggang – Kayuagung (PPKA) selalu mundur.

Hal tersebut disampaikan, Yansa salah satu warga Desa Kemang Indah yang sebelumnya dijanjikan ganti rugi lahan miliknya akan dibayarkan Januari 2021 lalu.

"Memang kemarin kami sudah menyepakati jadwal pembayaran ganti rugi paling lambat sudah masuk ke rekening masing-masing akhir tahun 2020. Namun hingga sekarang tak kunjung dibayarkan," ujarnya saat ditemui, Jum'at (19/2/2021).

Sama halnya, Nawawi warga Desa Sumbu Sari juga masih terus menunggu kepastian proses pembebasan lahan sejak tahun 2020 lalu.

"Di akhir tahun 2020 lalu proses pengukuran tanah sudah selesai, dan kami juga sudah memberikan fotocopy surat keaslian tanah yang dimiliki,"

"Waktu itu petugas mengatakan jika pendataan proses ganti rugi akan diselesaikan Januari, dan Februarinya akan mulai proses pembayaran," ujarnya saat dibincangi.

Masih kata dia, meskipun jadwal kesepakatan selalu mundur. Namun ia bersama warga lainnya memahami karena situasi pandemi seperti sekarang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanahan OKI, Dedi Kurniawan mengatakan exit tol sejauh 21,35 Kilometer ini nantinya akan melewati 7 Desa yang berada di dua Kecamatan yakni Lempuing Jaya dan Mesuji Raya.

"Memang dijadwalkan proses ganti rugi lahan sebanyak 80 bidang yang masuk Desa Kemang Indah dan Mataram Jaya dibayarkan sebelum akhir tahun 2020 kemarin dan telah disiapkan dana sebesar Rp. 5,6 Milyar," 

"Walaupun sempat molor, Insya Allah  di bulan Maret mendatang transfer ganti rugi langsung masuk ke rekening masing-masing," ungkap Dedi.

Sambungnya, sementara untuk 5 Desa lainnya ditargetkan proses ganti rugi dan pembebasan lahan akan selesai di bulan Agustus mendatang.

"Tahun ini untuk keseluruhan pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 37 Milyar," bebernya.

Terkait pembangunan jalan, saat ini sudah mulai dikerjakan khusus di Desa Mukti Sari (Bambu Kuning-red) Kecamatan Lempuing Jaya.

"Karena di lokasi masuk wilayah perkebunan, jadi untuk pembebasan lahan lebih cepat dan sebagian besar sudah  pengaspalan dan pembuatan gorong-gorong," pungkasnya.(nando)

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved