Breaking News:

Buya Menjawab

Berdoa Sesudah Sholat Telat atau Terlambat Tidak Ada Tuntunan

kami bingung, ada Ustadz di Youtube menyatakan bahwa berdoa sesudah sholat telat/terlambat tidak ada tuntunan dan contoh dari Rasulullah Saw.

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA kami bingung, ada Ustadz di Youtube menyatakan bahwa berdoa sesudah sholat telat/terlambat tidak ada tuntunan dan contoh dari Rasulullah Saw., yang ada katanya zikir sesudah sholat. Tolong jelaskan Buya. Terimakasih.
0812 780XXXX

Jawab
Waalaikumussalam.Wr.Wb.
Sebaiknya yang dijadikan imam sholat orang yang paling wara', yaitu orang yang paling banyak menghindari hal syubhat dan bertakwa, yaitu menghindari hal-hal yang diharamkan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang artinya: "Jika kalian ingin sholat kalian diterima, maka mintalah para ulama kalian menjadi imam. Karena mereka itu adalah (bisa menjadi) perantara antara kalian dan Tuhan kalian." (HR.At Thabrany dan Al-Hakim).

Membaca doa sesudah sholat ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Membaca doa sesudah sholat, jika memimpin doa hendaklah mengikutkan jamaah, sebab di nyatakan berkhianat oleh Rasulullah saw. apabila imam berdoa hanya untuk dirinya sendiri.

Rasul Saw bersabda; "Janganlah seseorang menjadi imam berdoa untuk dirinya sendiri tanpa (mengikutkan yang lain), siapa yang berbuat demikian sungguh telah berbuat khianat." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

Doa sesudah sholat fardhu akan diijabah oleh Allah Swt. Apalagi sesudah sholat Subuh dan Ashar, karena saat itu malaikat malam dan malaikat siang hadir dan mengamini do'a sehingga lebih cepat dikabulkan. Doa yang paling afdhal adalah doa yang ma'tsur dan terdapat dalam sunnah, sebagaimana doa yang diriwayatkan Sa'ad bin Abi Waqqas dan ia ajarkan kepada putranya, ia berkata, "Setiap selesai sholat Rasulullah Saw. selalu membaca doa yang berbunyi;

ALLAHUMMA INNII A’UUZUBIKA MINAL BUKHLI WA A’UUZUBIKA MINAL JUBNI WAA’UUZUBIKA …

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pelit dan sikap pengecut, Aku juga berlindung diri kepada-Mu dari dikembalikan ke kondisi yang sangat lemah, Aku berlindung kepada-Mu dari cobaan dunia dan dari siksa dalam kubur."

Di antara do'a yang ma'tsur; "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan segenap Rahmat-Mu, dan kepastian ampunan-Mu. Aku memohon keselamatan dari setiap dosa, keberuntungan dari setiap kebaikan, mendapatkan nikmat surga, dan selamat dari siksa neraka. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari ketidak mampuan dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari rasa takut,kikir, kegagalan, banyak hutang, dan berada di bawah kekuasaan orang. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kedahsyatan cobaan yang memberatkan, terjerumus dalam kesengsaraan, keburukan dari qadha-Nya, penghinaan musuh dan sejelek-jeleknya tempat penyakit."
Apabilamengikutkan jama'ah dalam berdo'a, maka pergunakan lafaz jamak;
ALLAHUMMA INNAA NA’UUZUBIKA MINAL BUKHLI… Artinya: "...Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari sifat pelit..." dan seterusnya.

Demikianlah teruskan berdo’a sesudah sholat ada tuntunannya dan Rasulullahpun berdoa sesudah sholat fardhu. (*)

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved