Breaking News:

Berita Prabumulih

RIVAT Dituntut 7 Tahun Penjara, Bunuh Selingkuhan Istrinya yang Dipergoki di Room Karaoke Prabumulih

Rivat mengikuti persidangan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih dan JPU yang terdiri dari Nopri Exandi SH dan Dedi SH mengikuti

Kolase Sripoku.com
Sidang perdana kasus pembunuhan di room no 3 Diva Karaoke Family dengan terdakwa Rivat Eka Putra yang menghadirkan saksi-saksi. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Terdakwa Rivat Eka Putra (43) yang membunuh selingkuhan istrinya di room 3 Karaoke Diva Family pada Rabu (25/11/2020) lalu, dituntut hukuman 7 tahun pidana penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal itu terungkap dalam sidang Pengadilan Negeri Kelas IIB Prabumulih yang dilakukan secara virtual pada Rabu (17/2/2021) lalu.

Sidang virtual digelar di tiga tempat terpisah dipimpin Hakim Ketua Yanti Suryanti SH MH, dan Hakim Anggota RA Asriningrum kusumawardani SH MH dan Shinta Nike Ayudia SH MKn di PN Prabumulih.

Lalu Rivat mengikuti persidangan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih dan JPU yang terdiri dari Nopri Exandi SH dan Dedi SH mengikuti jalannya persidangan di kantor Kejari Prabumulih.

Dalam persidangan itu JPU menuntut supaya majelis hakim PN Prabumulih yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutus serta menyatakan terdakwa Rivat Eka Putra terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan.

"Supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rivat dengan pidana penjara selama 7 tahun, serta menyatakan barang bukti berupa pisau dirampas untuk dimusnahkan," tegas Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih, Topik Gunawan SH MH melalui JPU Nopri Exandi SH kepada wartawan.

Baca juga: IBU Korban Pembunuhan di Prabumulih Minta Rivat Dibebaskan, Pengganti Anakku yang Telah Meninggal

Baca juga: Wawancara dengan Rivat Ekaputra yang Bunuh Selingkuhan Istri,Saya Berprasangka Baik Sama Allah

Baca juga: Ketika Pelaku Pembunuhan Selingkuhan Istri Dapat Dukungan dari Warga, Rivat Disebut Pria Sejati

Nopri menuturkan, hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatan tersebut membuat korban meninggal dunia dan meresahkan masyarakat.

"Walaupun orang tua korban meminta agar terdakwa dibebaskan perbuatan terdakwa tetap harus dihukum, karena untuk mendidik masyarakat biar tidak terjadi peristiwa yang sama," tuturnya.

Lalu hal yang meringankan terdakwa yakni telah dimaafkan oleh orang tua korban, terdakwa pernah berulang kali meminta kepada korban agar menjauhi isterinya, terdakwa mengakui kesalahannya dan bersikap sopan dalam persidangan.

"Terdakwa juga telah memberi tali asih kepada saksi (orang tua korban-red), itu hal-hal yang meringankan," tegasnya.

Sementara itu, terdakwa Rivat melalui kuasa hukumnya Yulison Amprani SH MH dan Sanjaya SH menyampaikan permintaan waktu kepada majelis hakim untuk mengajukan pembelaan atau pledoi.

Majelis hakim menerima pengajuan itu dan menunda persidangan selama satu minggu kedepan.

Seperti diketahui, Rivat Eka Putra membuat geger kota Prabumulih bahkan Sumatera Selatan. Penyebabnya, Rivat membunuh secara sadis dengan cara menggorok leher selingkuhan istrinya di hadapan sang istri ketika korban berduaan di room 03 Diva Karaoke Family, Rabu (25/11/2020). (eds/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved