Breaking News:

Kisah Suami Istri Urus 43 Anak di Panti Asuhan, Semua Diasuh Sendiri Meski Dalam Keterbatasan

Meski tak memasang plakat Yayasan Panti Asuhan Mata Hati atau menggunakan media sosial selalu ada saja rezeki yang diperoleh untuk anak-anak.

KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Feratri Rahmatilah dan Anak-anak Asuhnya di Yayasan Mata Hati di Gunungkidul, Selasa (16/2/2021). 

SRIPOKU.COM, YOGYAKARTA -- Jika dilihat seklias, "Panti Asuhan Yayasan Mata Hati" yang berlokasi di Padukuhan Karangmojo B, Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta ini memang tak memiliki plakat atau tanda nama.

Namun di dalam panti asuhan yang sederhana ini, ada puluhan anak-anak yang tinggal dan menjalani aktifitas dengan penuh keceriaan.

Kepada Kompas.com, Arif Suhaermanto dan istrinya Feratri Rahmatillah, pengelola dari panti asuhan ini, bercerita jika mereka sudah mengasuh 43 anak.

Para anak-anak yang diasuh berusia 2 hingga 22 tahun dan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.

Melansir dari Kompas.com, awalnya ide membentuk yayasan ini pada 2006.

Saat itu ada gempa bumi yang berdampak ke banyak orang.

Feratri yang masih kuliah, dan seorang dokter di RSUD Wonosari kemudian mengumpulkan donasi yang disalurkan kepada 81 anak di Kapanewon Paliyan dan Saptosari.

Mereka diberikan bantuan uang saku Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

Mereka yang dibantu, agar beban orang tuanya berkurang setelah gempa bumi mengguncang.

Seiring berjalannya waktu ada keluhan dari anak asuhnya karena membutuhkan uang sekolah, hingga harus ditinggalkan orang tuanya bekerja.

Halaman
1234
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved