Breaking News:

Hati-Hati, Meskipun Sudah Divaksin, Seseorang Bisa Tertular Virus Corona Lagi, Ini Penjelasannya

Setelah divaksin, seseorang masih berpeluang tertular virus Covid-19. Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan

kompas.com
Ilustrasi virus corona 

SRIPOKU.COM -- Setelah divaksin, seseorang masih berpeluang tertular virus Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan adanya kemungkinan tentang hal ini.

"Masih mungkin dia untuk diserang virus Covid-19. Tapi dengan dia punya vaksin dia punya pertahanan yang artinya nanti membuat dia tidak menjadi sakit," kata Nadia melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/2/2021).

Nadia mengatakan, hasil uji klinis terhadap vaksin Covid-19 menyebutkan bahwa vaksin tersebut melindungi tubuh dari gejala Virus Corona di level berat hingga mematikan.

Oleh karenanya, vaksin diharapkan menjadi solusi bagi seseorang yang terserang Virus Corona, bahkan dengan jumlah virus yang lebih banyak dan kuat.

Baca juga: KUMPULAN Resep Masakan Rumahan Serba Udang Ada Ditumis, Goreng Lengkap Dengan Bahan dan Cara Buatnya

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1442 H Tanggal 13 April & Idul Fitri 13 Mei, Pemerintah Kapan?

Baca juga: Sedang Ramai Pengunjung, Lantai 2 Warung Bakso di IT 2 Palembang Hangus Terbakar, Ini Peyebabnya

"Jadi kita bisa melihat proteksi yang betul-betul diberikan oleh vaksin ini adalah mencegah kita kalau sakit menjadi sakitnya bertambah parah," terang Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes itu.

Menurut Nadia, vaksin akan membentuk antibodi atau imunogenitas pada orang yang telah disuntik.

Ketika seseorang disuntik vaksin dosis pertama, diperkirakan antibodi yang terbentuk mencapai 60 persen.

Antibodi diharapkan meningkat menjadi 95 persen 28 hari setelah penyuntikan dosis kedua.

Oleh karenanya, kata Nadia, penyuntikan vaksin dosis kedua menjadi sangat penting.

"Jadi sebagian besar dari vaksin untuk Covid-19 ini imunogenitas atau antibodi yang kita harapkan lebih dari 95 persen. Itu baru bisa tercapai setelah dua kali suntikan dalam rentang waktu tertentu," kata dia.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved