Sudah Divaksin Apakah Masih Bisa Membawa Virus Corona atau Covid-19 ?
Sejak diberlakukan pada 13 Januari 2021 lalu, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih teruus berjalan.
SRIPOKU.COM -- Sejak diberlakukan pada 13 Januari 2021 lalu, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih terus berjalan.
Pada pemberian gelombang pertama, penyuntikkan vaksin Covid-19 telah diberikan kepada mereka yang masuk ke daftar prioritas, salahs atunya tenaga kesehatan.
Dari data yang dilansir dari situs resmi Kemenkes RI, seperti dikutip dari Kompas.com, sebanyak kurang lebih 1.060.326 penerima vaksin telah menerima vaksin virus corona untuk dosis pertama.
Sementara, vaksin dosis kedua telah diberikan kepada 415.486 orang.
Mereka yang sudah menerima vaksin Covid-19 diimbau tetap patuh protokol kesehatan dan pedoman pencegahan Covid-19.

===
Apakah mereka yang sudah divaksin tetap bisa menjadi pembawa virus, menularkan, atau tertular virus corona?
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, meski sudah divaksin, seseorang tetap bisa tertular maupun menularkan Covid-19.
"Dia masih bisa tertular dan menularkan kepada orang lain," ujar Nadia, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/2/2021).
"Vaksin memberikan perlindungan kepada diri sendiri tetapi masih mungkin untuk orang tersebut tertular," kata dia.
Oleh karena itu, Nadia menekankan, protokol kesehatan harus tetap dipatuhi.
"Kita masih dalam suasana pandemi, tentunya walau sudah divaksinasi kita tetap harus melaksanakan 3 M," ujar dia.

===
Seperti diberitakan Kompas.com, 22 Januari 2021, dokter umum yang juga Kandidat PhD bidang Medical Science di Kobe University, Adam Prabata, mengatakan, tujuan vaksinasi memang membentuk kekebalan terhadap suatu mikroorganisme.
Kekebalan itu baik kekebalan humoral atau cairan yakni antibodi dan kekebalan seluler contohnya sel limfosit T.